Metro-Kantor Layanan (KL) LazisMu RSU Muhammadiyah Metro memanfaatkan momentum Syawal untuk memperkuat sinergi pelayanan kemanusiaan bersama berbagai elemen, mulai dari LazisMu daerah hingga tim ambulance, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula AR Fachrudin RSU Muhammadiyah Metro, Sabtu (11/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri Ketua LazisMu dari tiga daerah, yakni LazisMu Kota Metro, LazisMu Lampung Timur, dan LazisMu Lampung Tengah, serta para driver ambulance LazisMu yang menjadi garda terdepan layanan kemanusiaan.
Kepala Kantor Layanan LazisMu RSU Muhammadiyah Metro, Ust. Nurrahman, menegaskan bahwa peran ambulance Muhammadiyah tidak hanya sebatas mengantarkan pasien, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelayanan sosial di tengah masyarakat.
“Pelayanan tidak cukup cepat, tetapi harus excellent, sigap, tepat, dan penuh empati. Tim ambulance hadir bukan hanya mengantar, tetapi memastikan pasien mendapatkan layanan terbaik sejak awal hingga tuntas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan LazisMu terbuka untuk semua kalangan, termasuk masyarakat kurang mampu, tanpa membedakan latar belakang pasien.
Direktur Utama RSU Muhammadiyah Metro, dr. Nil Rahmayeni, turut mengapresiasi kontribusi tim ambulance dalam mendukung pelayanan kesehatan rumah sakit.
“Sinergi ini sangat penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas. Kami berterima kasih atas peran tim ambulance dalam membantu proses pelayanan pasien,” katanya.
Ia menambahkan, RSU Muhammadiyah Metro terus berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas dan sistem layanan agar semakin optimal dan sesuai regulasi.
Sementara itu, Ketua BPH RSU Muhammadiyah Metro, H. Kasimun, yang juga merupakan Pleno PDM Kota Metro, dalam tausiyahnya menekankan bahwa pelayanan ambulance bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian dari ibadah kemanusiaan.
“Pelayanan ambulance bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian dari ibadah kemanusiaan. Karena itu, seluruh driver dan tim harus menjaga keikhlasan, kesabaran, dan profesionalitas dalam setiap layanan kepada pasien,” tegasnya, yang juga Wakil Ketua III PDM Kota Metro.
Ia juga mengingatkan pentingnya istiqomah pasca-Ramadan dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Istiqomah setelah Ramadan menjadi kunci utama. Ketaatan yang diterima adalah ketaatan yang berlanjut, termasuk dalam melayani sesama,” tambahnya.

Menurutnya, driver Ambulance harus mampu menjadi sosok yang menenangkan bagi pasien.
“Driver ambulance harus menjadi sosok yang menenangkan, bukan hanya mengantar pasien, tetapi juga memberi dukungan psikologis dengan komunikasi yang baik dan menyejukkan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keselamatan dalam berkendara sebagai bentuk profesionalisme.
“Dalam kondisi darurat sekalipun, driver harus tetap mengikuti aturan dan tidak bertindak ugal-ugalan,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa silaturahmi menjadi kekuatan utama dalam membangun solidaritas tim.
“Silaturahmi menjadi kunci memperkuat kebersamaan. Dalam satu keluarga besar pelayanan kemanusiaan, rasa peduli harus terus dijaga,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh elemen dapat terus membangun layanan ambulance yang tidak hanya cepat dan tanggap, tetapi juga berakhlak, humanis, dan bernilai ibadah.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya peningkatan kapasitas tim melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan pasien.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan alat pemandian jenazah kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Taman Sari, Purbolinggo.
H.Kasimun menambahkan bahwa, melalui silaturahmi Syawal ini, sinergi antara LazisMu, tim Ambulance, dan RSU Muhammadiyah Metro, semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kemanusiaan. (Guswir).

