Senin, April 27, 2026
BerandaAUMKL LAZISMU PPA Imadul Bilad Adakan Pelatihan Budidaya Sayuran untuk Warga, Dorong...

KL LAZISMU PPA Imadul Bilad Adakan Pelatihan Budidaya Sayuran untuk Warga, Dorong Kemandirian Pangan di Lahan Sempit

METRO-KL LAZISMU PPA Imadul Bilad menggelar Pelatihan Pertanian: Budidaya Sayuran bertema “Pemanfaatan Lahan Sempit” pada Sabtu, 11 April 2026 di Aula Asrama Mahasiswi Imadul Bilad Lantai 3, Metro.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dihadiri seluruh pengurus KLL, pengurus Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad, serta 50 peserta dari warga sekitar pondok yang mengikuti pelatihan dengan antusias.

Program ini bertujuan mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, khususnya di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari teknik menanam di lahan terbatas, perawatan tanaman agar tetap produktif, pembuatan pupuk organik mandiri, hingga manajemen panen agar hasil sayuran tetap segar dan berkualitas. Pelatihan menghadirkan Bayu Murti selaku pemateri, Owner P4S Bumi Alam Purba, Lampung Timur sekaligus Mentor bersertifikat Kompetensi BNSP.

Perwakilan panitia Guntur P., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menumbuhkan semangat produksi pangan mandiri di tingkat keluarga. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen bagi kebutuhannya sendiri, minimal di level rumah tangga,” ujarnya di sela kegiatan.

Dalam sambutannya, Mudir Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kyai M. Samson Fajar menegaskan bahwa menanam bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi bagian dari amal kebaikan yang berdampak luas. Ia menyampaikan, “Jangan pernah merasa berbuat kebaikan harus menunggu kondisi sempurna. Ada hadis yang mengajarkan, jika besok kiamat dan di tangan kita masih ada bibit tanaman, maka tetaplah menanam. Karena menanam adalah perbaikan, dan setiap perbaikan adalah amal saleh.”

Beliau juga mengingatkan bahwa hasil kebaikan tidak selalu dinikmati oleh penanamnya sendiri. “Bisa jadi kita menanam hari ini, tetapi orang lain yang memanen di kemudian hari. Itulah hakikat amal jariyah—kebaikan yang pahalanya terus mengalir meskipun kita telah tiada.” Ia menambahkan, “Bayangkan jika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangannya, maka insyaallah bangsa ini akan semakin kuat dan mandiri, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.”

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsumsi makanan halal. “Makanan halal memiliki dua keutamaan besar: menjadi sumber kesehatan bagi tubuh dan menjadi sebab dihapusnya dosa oleh Allah SWT.”

Pelatihan yang diselenggarakan secara gratis ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Demi menjaga efektivitas pembelajaran, kuota dibatasi hanya 50 peserta. Setiap peserta juga mendapatkan bibit sayuran dan buah secara gratis untuk langsung dipraktikkan di rumah masing-masing. Melalui program ini, LAZISMU berharap budaya bertani di rumah dapat menjadi gaya hidup baru yang tidak hanya menekan biaya dapur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan mandiri. Crew MPI Metro

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini