METRO-Memasuki fase sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro kembali menggelar agenda rutin Safari Ramadhan. Kali ini, rombongan PDM menyambangi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Pusat yang dipusatkan di Masjid Ar-Raafi’ pada Selasa, 10 Maret 2026.
Acara dihadiri oleh jajaran pleno PDM Kota Metro, Pleno PCM Metro Pusat, pimpinan rating Muhammadiyah se-Metro Pusat, ketua dan sekretaris majelis jamaah dari lingkungan masjid Ar-Raafi’ PRM 15. Polos Metro.
Dalam sambutannya Ketua PCM Metro Pusat, M. Arqom, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran rombongan PDM. Ia menjelaskan bahwa meskipun jadwal safari sempat mengalami penyesuaian dari rencana awal tanggal 8 Maret menjadi 10 Maret karena adanya agenda wilayah, hal ini justru memberikan keberkahan tersendiri.
“Kita bertemu tepat di malam-malam ganjil, di mana kita semua berharap mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan,” ujar Arqom.
Terkait dinamika penentuan 1 Syawal, Arqom mengimbau jamaah untuk tetap tenang dan konsisten dengan maklumat pimpinan. Berdasarkan data astronomi terkini, posisi hilal saat ijtima’ berada pada sudut elevasi antara 3o hingga 6o.
“Meskipun nanti ada potensi perbedaan dengan penetapan pemerintah, kita sudah dewasa dalam beragama. Di Indonesia, perbedaan adalah rahmat. Yang penting, jangan sampai perbedaan hari raya merusak kerukunan dalam keluarga maupun bermasyarakat,” tambahnya.

Beliau juga menyelipkan pesan kesehatan dengan mengutip riset dari New York University mengenai manfaat puasa rutin (intermittent fasting) bagi regenerasi sel tubuh, yang secara berkelanjutan dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia.
Dr. Muhtar Hadi,M.Si., pleno PDM Kota Metro dalam arahannya menekankan bahwa secara struktural, Muhammadiyah Kota Metro memiliki jaringan yang kuat dengan 23 Ranting di 6 Cabang. Namun, tantangan terbesarnya adalah menghidupkan Ranting sebagai basis gerakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.
“Cabang dan Ranting harus menjadi garda terdepan. Gerakan kita harus berbasis masjid. Kita ingin masjid-masjid Muhammadiyah tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat keunggulan yang melayani umat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menitipkan tiga pesan penting bagi para penggerak persyarikatan:
- Etos Kerja Tinggi: Mengurus Muhammadiyah memerlukan semangat Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh mengurus umat, maka Allah akan memberikan jalan keluar.
- Ruh Keikhlasan: Ikhlas adalah kunci agar perjuangan tidak terasa berat. “Tanpa ikhlas, pengabdian akan terasa hambar dan kita mudah lokro (patah semangat) saat ekspektasi pribadi tidak tercapai. Ikhlas membuat yang rumit menjadi sederhana,” tuturnya.
- Tertib Administrasi Aset: PDM mengingatkan dengan tegas agar seluruh aset organisasi, baik tanah wakaf maupun pengadaan mandiri, segera dilegalkan atas nama Muhammadiyah. Hal ini penting untuk menjamin keberlangsungan amal usaha dan menghindari konflik hukum di masa depan.
Di akhir sambutannya, Muhtar Hadi mengapresiasi tertib administrasi di Metro Pusat, termasuk pengelolaan NBM (Nomor Baku Muhammadiyah) yang menjadi rujukan bagi daerah lain. Beliau berharap pencapaian ini diikuti dengan penguatan digitalisasi organisasi.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan tausiyah yang disampaikan Hi. Bambang STs. S.Ag., selaku Bendahra PDM Kota Metro dan buka puasa serta penyerahan dana taa’wun untuk cabang dan ranting se-Metro Pusat dari anggota Muhammadiyah. Serta didukung dengan pengobatan gratis dari KLL Lazismu RSU Muhammadiyah Metro. (ims)

