Metro – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H dengan mengunjungi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrozak, Senin, 9/3/2026.
Kegiatan Safari Ramadan ini dihadiri jajaran Pleno PDM Kota Metro, didampingi Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), serta turut hadir Ketua LazisMu Daerah Kota Metro beserta jajaran. Rombongan disambut hangat oleh pengurus PCM Metro Timur, pimpinan ranting, serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Cabang Muhammadiyah Metro Timur.
Menariknya, kegiatan Safari Ramadan kali ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jamaah yang hadir. Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Layanan (KL) LazisMu RSU Muhammadiyah Metro, bersama KL LazisMu Baiturrozak, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Ketua PCM Metro Timur, Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, menyambut baik pelaksanaan Safari Ramadan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting.

Dalam sambutannya, Prof. Ihsan mengimbau seluruh anggota Muhammadiyah untuk memastikan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) sebagai identitas resmi keanggotaan dalam persyarikatan.
“Anggota Muhammadiyah diharapkan dapat mengecek dan mengaktifkan NBM keanggotaannya agar tertib administrasi dan memudahkan koordinasi dalam berbagai program organisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah di Muhammadiyah mengikuti hasil ijtihad Majelis Tarjih, sehingga dalam beberapa hal dimungkinkan terdapat perbedaan dengan keputusan pemerintah.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya kegiatan Baitul Arqam sebagai sarana penguatan ideologi dan kaderisasi Muhammadiyah.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan syahadah Baitul Arqam kepada peserta yang telah mengikuti proses pengkaderan.
“Melalui penguatan kaderisasi dan tertib administrasi anggota, Muhammadiyah di Metro Timur diharapkan semakin solid dalam menjalankan dakwah persyarikatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, dalam sambutannya menekankan bahwa bermuhammadiyah membutuhkan keikhlasan dalam berjuang.
“Bermuhammadiyah itu membutuhkan keikhlasan. Jika setiap aktivitas didasari nilai keikhlasan, maka apa yang kita lakukan akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi persyarikatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan administrasi keanggotaan melalui aktivasi Kartu Tanda Anggota (KTA) atau NBM, termasuk kewajiban iuran anggota sebesar Rp15.000 per bulan sebagai bagian dari penguatan gerakan organisasi.
Selain itu, Kustono mendorong pemberdayaan masjid melalui LPCR agar menjadi masjid unggulan, ramah anak, serta mampu memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan peran aktif generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya penataan aset persyarikatan. Seluruh tanah hibah maupun aset Muhammadiyah diharapkan segera diatasnamakan persyarikatan agar memiliki kekuatan hukum yang jelas dan menghindari persoalan di masa depan.
Di bidang pendidikan, ia menyampaikan bahwa Metro Timur telah memiliki SD dan SMK Muhammadiyah, namun masih membutuhkan SMP Muhammadiyah untuk melengkapi layanan pendidikan bagi masyarakat.
Rangkaian Safari Ramadan juga diisi dengan penyerahan dana dakwah dari PDM Kota Metro yang diserahkan secara simbolis oleh H. Bambang, Bendahara PDM Kota Metro, kepada cabang dan ranting di lingkungan PCM Metro Timur.

Selain itu, LazisMu Kota Metro turut menyalurkan program Back to Masjid sebesar Rp500.000 yang diserahkan oleh Eko Yunanto, mewakili Ketua LazisMu Kota Metro, kepada pengurus Masjid Baiturrozak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ust. AR Hamdi. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan guna meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Ia menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan dan menjadi waktu penetapan takdir tahunan manusia, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, ibadah, serta amal saleh agar memperoleh keberkahan dan ketetapan takdir yang baik dari Allah SWT.
Tausiyah tersebut juga mengingatkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, malaikat-malaikat Allah turun ke bumi membawa rahmat dan keselamatan, sehingga menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah di penghujung bulan Ramadhan.
(Guswir)

