METRO-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro menggelar Pengajian Bulanan dengan tema khusus menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Bertempat di Aula Gedung Dakwah PDM Kota Metro, Minggu (1/3/2026), kegiatan ini membedah secara mendalam “Tafsir Zakat Kontemporer” dengan menghadirkan dua narasumber ahli, Dr. Ahmad Sujino, M.Pd.I., selaku Wakil Ketua PWM Lampung dan Dr. Bairus Salim, M.Ag., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Lampung.
Dr. Ahmad Sujino, dalam paparannya menekankan pentingnya kepatuhan warga persyarikatan terhadap Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 113 Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa pimpinan maupun warga Muhammadiyah harus tegak lurus dengan paham agama yang telah diputuskan organisasi, terutama dalam hal pengelolaan zakat.
“Etika berorganisasi mengharuskan kita tidak membawa paham di luar Muhammadiyah ke dalam institusi. Zakat adalah instrumen kesejahteraan sosial yang tujuannya mengubah Mustahik (penerima) menjadi Muzakki (pemberi),” ujar Sujino, yang juga Direktur Pontren At-Tanwir Metro.
Ia juga menyoroti perubahan istilah Zakat Fitri (sebagai koreksi atas istilah Zakat Fitrah) dengan kadar 2,5 kg beras. Muhammadiyah memberikan kemudahan (Taisir) bagi masyarakat di daerah industri atau perkotaan untuk menunaikan zakat dalam bentuk uang jika hal tersebut lebih maslahat bagi penerima.

Sementara itu, Dr. Bairus Salim membedah QS. At-Taubah ayat 103 dengan perspektif progresif. Menurutnya, Amil Zakat di era modern harus jemput bola dan proaktif mendatangi para pengusaha maupun profesional, bukan sekadar menunggu di kantor.
“Tugas Amil itu bukan hanya administratif, tapi strategis: membersihkan dosa pembayar zakat dan mengangkat derajat mereka. Zakat profesi kini menjadi wajib bagi profesi modern seperti dokter spesialis hingga YouTuber, dengan nishab setara 85 gram emas,” jelasnya.
Ia juga memaparkan redefinisi delapan asnaf (Mustahik) yang lebih relevan dengan kriteria kemiskinan multidimensi saat ini, seperti:
- Korban bencana alam dan lansia sebatang kara.
- Pasien rumah sakit yang terlilit biaya pengobatan.
- Beasiswa pendidikan bagi anak-anak keluarga tidak mampu hingga jenazah yang tidak memiliki biaya pemulasaraan.
Kajiandihadiri oleh jajaran pleno PDM, pimpinan cabang, ranting, kepala amal usaha serta ortom Muhammadiyah se-Kota Metro. Setiap peserta juga mendapatkan satu buku fikih zakat dan 2 buah cabe Jawa dari Lazismu daerah. (ims)

