Metro-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro menggelar Kajian Rutin Pimpinan yang diikuti oleh jajaran persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah se-Kota Metro. Kegiatan ini berlangsung di Aula PDM Kota Metro pada Ahad (9/11/2025).
Kajian kali ini menghadirkan H. M. Daud Sidiq, B.A., salah satu tokoh Muhammadiyah Kota Metro yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PDM Kota Metro selama dua periode. Mengusung tema “Kilas Balik Sejarah Muhammadiyah di Kota Metro”, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendahulu Muhammadiyah di daerah ini.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Metro, Dr. Garianto, menjelaskan bahwa kajian rutin ini menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah serta menambah wawasan keislaman dan keorganisasian di kalangan pimpinan dan anggota Muhammadiyah.
“Melalui kajian ini, kami ingin mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah untuk kembali menelusuri jejak perjuangan para pendahulu kita, agar semangat dakwah dan pengabdian tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Metro H. Kustono, S.Ag., menegaskan pentingnya memahami sejarah sebagai pijakan dalam melanjutkan dakwah Muhammadiyah di masa kini dan masa depan.
“Tanpa memahami sejarah, kita tidak akan tahu bagaimana perjuangan para pemimpin Muhammadiyah terdahulu. Kajian ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani semangat mereka,” tutur H. Kustono.
Dalam paparannya, H. Daud Sidiq menjelaskan perjalanan panjang Muhammadiyah di Lampung, khususnya hingga periode 1965–1968. Ia mengisahkan bahwa terbentuknya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung pada tahun 1965 tidak terjadi secara instan. Saat itu, Lampung baru memiliki satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah, yakni di Teluk Betung.
“Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, syarat sah terbentuknya pimpinan wilayah harus memiliki minimal tiga daerah,” jelasnya.
Karena itu, menjelang Musyawarah Wilayah, disepakati pembentukan tiga daerah baru, yakni Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Lampung Selatan. Dengan demikian, Pimpinan Muhammadiyah Cabang Metro secara otomatis menjadi bagian dari PMD Lampung Tengah, dengan Raden Sukijo sebagai ketuanya.
Kajian yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 08.30 WIB, dan baru menyinggung sebagian kecil dari rentang sejarah tersebut dan akan dilanjutkan pada sesi berikutnya yang dijadwalkan oleh Majelis Tabligh PDM Kota Metro. (Guswir)

