METRO-SD Muhammadiyah Metro Pusat kembali mempertegas komitmennya dalam dunia literasi dengan menggelar Pelatihan Satu Siswa Satu Buku (Sasisabu) dan Workshop Reporter Cilik (Repcil). Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 sekolah setempat pada Sabtu, 25 April 2026.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kota Metro, Kabid Tekdik Dinas Pendidikan, Kabid Pusarda, Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro serta Ketua K3S Kota Metro. Untuk memberikan pembekalan materi yang mumpuni, sekolah menghadirkan instruktur dari MediaGuru Surabaya untuk kelas Sasisabu dan pengasuh Repcil dari harian Lampung Post.
Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, dalam laporannya menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Sebanyak 113 siswa mengikuti kelas Sasisabu, sementara 34 siswa lainnya bergabung dalam Workshop Reporter Cilik.
“Peserta terdiri dari 117 siswa internal SD Muhammadiyah Metro Pusat, ditambah 30 siswa perwakilan dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Provinsi Lampung,” ujar Ihwan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari visi besar sekolah yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun ini. “Fokus pengembangan kami meliputi penguatan literasi, karakter, dan ekonomi sirkuler,” imbuhnya.

Hingga saat ini, progres literasi di SD Muhammadiyah Metro Pusat menunjukkan hasil yang impresif. Sekolah telah berhasil menerbitkan buku antologi untuk kelas 1, 2, dan 3 dengan masing-masing tujuh judul buku. Selain itu, tercatat lebih dari 150 lebih buku solo karya siswa telah diterbitkan, serta Majalah Inspira milik sekolah yang konsisten terbit hingga edisi ke-10.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Tekdik), Budi Hendra, menyampaikan apresiasi atas capaian literasi di sekolah tersebut. Ia memaparkan data Rapor Pendidikan yang menunjukkan tren positif literasi di Metro.
“Berdasarkan Rapor Pendidikan Maret 2026, skor literasi SD Swasta di Kota Metro naik dari 82,23% pada tahun 2024 menjadi 83,95% di tahun 2025. Kenaikan sebesar 1,72% ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang,” jelas Budi Hendra.
Bunda Literasi Kota Metro, Ny.Hj.Eni Sumiati Bambang, S.IP., yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya pembangunan mental melalui literasi. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar teori, melainkan ruang praktik bagi anak untuk berani berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.(ims)

