Metro – Rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari pleno PDM Kota Metro, H. Kasimun, dengan tema “Puasa yang Menggembirakan”,
berlangsung khidmat di Masjid Adz-Dzikir, Hadimulyo, Ahad, 22/2/2026.
Dalam penyampaiannya, H. Kasimun menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan momentum pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Puasa, menurutnya, harus dijalani dengan hati yang lapang dan penuh kegembiraan.
“Silaturrahim ini untuk meningkatkan ukhuwah. Puasa harus dibawa dengan gembira. Awali dengan senyum semanis-manisnya dan ucapkan Alhamdulillah,” pesannya di hadapan jamaah.
Senyum sebagai Sedekah dan Energi Spiritual
Ia menjelaskan bahwa kegembiraan dalam berpuasa dapat dimulai dari hal paling sederhana, yakni senyum. Senyum adalah sedekah yang ringan, namun berdampak besar dalam membangun suasana harmonis di keluarga maupun masyarakat.
“Bahkan dalam aktivitas sederhana seperti memasak di rumah, jika dilakukan dengan senyum, akan menghadirkan keberkahan. Wajah yang cerah mencerminkan hati yang ikhlas,” ujarnya.
Menurutnya, puasa yang dijalani dengan keterpaksaan akan terasa berat, namun jika dilandasi kesadaran iman dan rasa syukur, maka Ramadan akan menjadi bulan yang dirindukan.
Dalam aspek ibadah, H. Kasimun mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas salat, terutama ketika dilakukan secara pribadi. Ia menganjurkan agar memperlama rukuk dan sujud sebagai bentuk penghambaan yang total.
Rukuk, jelasnya, adalah simbol penghormatan kepada Allah, pengakuan atas keagungan Sang Khalik. Sementara sujud merupakan puncak ketundukan, perendahan diri, sekaligus pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan kebesaran-Nya.
“Di situlah dosa-dosa digugurkan. Di situlah kita mendidik diri untuk tidak sombong,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan. Ia menggambarkan bagaimana banyak saudara-saudara yang tengah berjuang di rumah sakit, bergantung pada bantuan oksigen dan perawatan medis.
“Kita yang bisa bernapas dengan normal harus banyak bersyukur. Semoga saudara-saudara kita yang sedang sakit diberikan kesembuhan seperti sediakala,” doanya.
Menutup tausiyahnya, H. Kasimun mengajak seluruh jamaah menjadikan Safari Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah, mempererat konsolidasi organisasi, serta meneguhkan dakwah berbasis masjid dan amal usaha Muhammadiyah di Kota Metro.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dari masjid, nilai-nilai Islam berkemajuan ditanamkan dan ditumbuhkan dalam kehidupan masyarakat. (Guswir)

