Selasa, Agustus 18, 2026
BerandaAUMMoney Follow Program, Pesan Ketua BPH UM Metro agar Anggaran Mengikuti Program

Money Follow Program, Pesan Ketua BPH UM Metro agar Anggaran Mengikuti Program

Metro – Anggaran memang penting dalam menjalankan sebuah organisasi. Namun, anggaran bukanlah alasan sebuah program dibuat. Justru program yang baik, dibutuhkan, dan memiliki manfaat yang harus menjadi dasar dalam menentukan anggaran.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Metro, Prof. Mukhtar Hadi, dalam Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun Anggaran 2026/2027. Ia menekankan prinsip “Money Follow Program”, yakni anggaran mengikuti program yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan dan prioritas.

“Kita harus memikirkan programnya terlebih dahulu. Program harus menjadi dasar, kemudian anggaran mengikuti program,” ujar Prof. Mukhtar Hadi.

Menurutnya, setiap unit kerja perlu terlebih dahulu memahami apa yang ingin dicapai, mengapa program tersebut diperlukan, serta manfaat yang akan dihasilkan. Setelah itu, kebutuhan anggaran dapat disusun secara proporsional.

Prof. Mukhtar Hadi mengingatkan bahwa pengelolaan anggaran perguruan tinggi bukan sekadar persoalan membelanjakan uang. Di dalamnya terdapat amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Kepercayaan masyarakat kepada perguruan tinggi, termasuk mahasiswa dan orang tua yang memilih UM Metro sebagai tempat pendidikan, harus dijawab melalui pengelolaan sumber daya yang baik.

Karena itu, program yang hanya berjalan karena kebiasaan perlu dievaluasi kembali. Setiap kegiatan harus dilihat manfaat, relevansi, dan kontribusinya terhadap kemajuan universitas.

Dengan prinsip Money Follow Program, anggaran tidak menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi alat untuk mewujudkan program yang benar-benar dibutuhkan.

Prof. Mukhtar Hadi juga mengajak UM Metro tidak takut menghadapi tantangan. Persaingan perguruan tinggi semakin kuat dan kebutuhan masyarakat terus berubah. Kondisi tersebut harus menjadi dorongan untuk melahirkan inovasi.

“Kalau kita tidak inovatif, kita akan tertinggal. Karena itu, kita harus berpikir bagaimana membuat program dan pembaruan yang inovatif, bukan hanya menjalankan kegiatan yang sudah biasa dilakukan.”

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi selama ini justru dapat menjadi pengalaman untuk membuat organisasi semakin dewasa dalam mengambil keputusan.

“Karena kita terbiasa menghadapi kesulitan, kita menjadi semakin dewasa dan semakin tahu bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi,” katanya.

Selain inovasi, ia menekankan pentingnya keberlanjutan. Perencanaan universitas tidak cukup hanya menjawab kebutuhan satu tahun, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan institusi menghadapi kondisi yang tidak selalu sesuai harapan.

“Kita harus memikirkan, kalau dalam satu tahun tidak ada pemasukan, kita masih bisa bertahan sampai berapa bulan atau berapa tahun. Hal seperti ini juga harus kita pikirkan dalam perencanaan.”

Karena itu, pengelolaan keuangan dan aset harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab. Universitas juga perlu terus mengembangkan program yang produktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi Prof. Mukhtar Hadi, RKAT bukan sekadar forum pembagian anggaran, tetapi ruang untuk menentukan langkah universitas ke depan. Evaluasi menjadi pijakan, kebutuhan menjadi pertimbangan, program menjadi arah, dan anggaran disiapkan untuk mendukung pencapaiannya.

“RKAT ini merupakan bagian dari upaya kita menyempurnakan dan memperbaiki perencanaan. Perencanaan yang bagus akan menghasilkan program-program yang baik. Kalau kita gagal membuat perencanaan, pada dasarnya kita sedang merencanakan kegagalan,” tegasnya.

Melalui prinsip “Money Follow Program”, UM Metro mendorong setiap unit kerja untuk tidak hanya bertanya, “Berapa anggarannya?”, tetapi terlebih dahulu menjawab, “Apa yang ingin kita lakukan, mengapa perlu dilakukan, dan manfaat apa yang akan dihasilkan?”pungkasnya. (MuNu)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini