METRO — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah MA Muhammadiyah Metro berhasil meraih penghargaan IPM Awards kategori Best Organization & Cadre Development tingkat daerah Kota Metro. Penghargaan tersebut diberikan pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (MUSYDA) XIII PD IPM Kota Metro, Sabtu (15/8).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja PR IPM MA Muhammadiyah Metro dalam mengembangkan organisasi dan menjalankan proses kaderisasi secara sistematis. Pencapaian tersebut juga menjadi hasil dari kerja sama pimpinan dan anggota dalam menjalankan berbagai program serta gagasan yang telah dirancang dan direalisasikan bersama.
Waka Kesiswaan MA Muhammadiyah Metro, Sendi Farista, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diraih PR IPM MA Muhammadiyah Metro. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi individu, melainkan prestasi bersama yang lahir dari kerja sama seluruh anggota.
“Sangat senang dan sangat bangga, karena ini bukan hanya prestasi individu, melainkan kelompok. Pencapaian tim tidak serta-merta diperoleh dari masing-masing individu saja, melainkan kerja sama yang kompak,” ujar Sendi.
Ia menilai salah satu kekuatan PR IPM terletak pada potensi para pelajar yang terus berkembang serta keberanian mereka untuk mencoba berbagai hal baru. Meski demikian, Sendi mengingatkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama kedisiplinan, komunikasi antarkelompok, dan kemampuan untuk mengurangi ego pribadi dalam menjalankan organisasi.
Sendi berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi pengingat bagi kader untuk terus menjaga sikap dan konsistensi dalam berorganisasi.
“Kalian itu berharga, jaga sikapmu, perbaiki jika salah, dan tularkan jika benar,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum PR IPM MA Muhammadiyah Metro, Muhammad Nabil Fiqri, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses dan komitmen seluruh pimpinan serta anggota ranting. Ia menilai berbagai program yang dirancang dengan konsep yang menarik dan berorientasi pada pengembangan kemampuan turut meningkatkan semangat pelajar dalam mengikuti kegiatan IPM.
Menurut Nabil Fiqri, proses kaderisasi di PR IPM MA Muhammadiyah Metro juga dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan, seperti Taruna Melati 1, pelatihan public speaking, dan pelatihan lainnya. Proses tersebut dinilai berperan dalam membentuk karakter dan meningkatkan pemahaman kader terhadap IPM.
Nabil Fiqri berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program kaderisasi yang lebih inovatif dan mampu mencetak kader yang aktif di organisasi maupun masyarakat.
“Jangan cepat berpuas diri. Jadikan penghargaan ini sebagai batu loncatan untuk terus mengembangkan program kaderisasi yang lebih inovatif,” ungkap Nabil Fiqri.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan dan anggota PR IPM MA Muhammadiyah Metro untuk menjaga kekompakan, solidaritas, serta semangat ber-IPM agar pencapaian tersebut dapat menjadi awal dari prestasi dan kontribusi yang lebih besar ke depannya. (L.SY.R)

