METRO – Memasuki hari terakhir rangkaian Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi), SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Metro menggelar agenda edukatif berupa penulisan cerpen untuk buku antologi. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Aula PDM Kota Metro pada Jumat, 17 Juli 2026.
Pelatihan ini dihadirkan untuk memantik minat literasi serta mengasah bakat kepenulisan para siswa baru sejak awal masuk sekolah. Triamiyati, atau yang akrab disapa Bunda Ami, selaku pendiri Komunitas Menulis Lampung (KML) Tunas Melati, hadir langsung untuk membagikan formula praktis merancang karya sastra yang memikat.
Dalam pemaparannya, Bunda Ami menekankan tiga unsur penting dalam menulis cerita pendek (cerpen). Para siswa dibekali teknik “Bukit Cerita” (pengenalan, konflik, dan penyelesaian) serta trik mudah menggali ide dari pengalaman hidup sehari-hari yang paling berkesan.
Di akhir sesi hari terakhir Fortasi ini, para siswa langsung ditantang untuk mempraktikkan teori yang didapat dengan merancang naskah karya mereka sendiri.

Kepala SMAMDA Metro, Desia Setiangsih, S.Pd., menyampaikan harapan besar atas kehadiran Bunda Ami. Menurutnya, pelatihan ini dapat membuka bakat-bakat terpendam peserta didik, baik dalam membuat cerpen, puisi, maupun karya sastra lainnya.
“Harapannya, hasil karya anak-anak hari ini akan menjadi kumpulan antologi yang dapat dibukukan, seperti Fortasi pada tahun sebelumnya,” terangnya.
Ia juga berharap ke depan budaya literasi di SMAMDA Metro akan terus berkembang pesat dan menjadi kebiasaan sehari-hari bagi guru, karyawan, hingga seluruh siswa.
“Semoga literasi di SMAMDA Metro terus berkembang dan sekolah ini bisa menjadi sekolah penggerak literasi,” pungkasnya hangat.
Kegiatan edukatif ini diakhiri dengan pengumpulan draf tulisan para siswa yang nantinya akan disatukan menjadi sebuah buku antologi. Rangkaian Fortasi SMAMDA Metro tahun ini pun resmi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. (IT)

