Minggu, Juli 12, 2026
BerandaAUMOutbound di Dam Raman, Tutup Rangkaian IHT SD Sang Pencerah Metro

Outbound di Dam Raman, Tutup Rangkaian IHT SD Sang Pencerah Metro

METRO – Sebanyak 50 guru dan pegawai SD Sang Pencerah Metro mengikuti kegiatan outbound di objek wisata Dam Raman, Metro, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian In House Training (IHT) yang telah berlangsung selama lima hari.

Outbound digelar setelah peserta mengikuti berbagai materi pelatihan di dalam ruangan selama empat hari berturut-turut di Aula Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro. Kegiatan luar ruangan ini bertujuan menyegarkan kembali semangat peserta sekaligus memperkuat kerja sama tim.

Kegiatan dipandu oleh Akhmad Jazuli dari Metro Adventure Team. Sejak pagi, peserta diajak mengikuti berbagai sesi ice breaking yang dirancang untuk melatih fokus, konsentrasi, dan respons terhadap instruksi.

Dalam sesi tersebut, peserta mengikuti permainan yang mengombinasikan instruksi berhitung, bernapas, tepuk tangan, dan melompat. Selanjutnya, mereka ditantang membentuk berbagai formasi sesuai komando, seperti simulasi “patung pancoran”, “ojek berboncengan”, “lampu merah”, “dayung”, hingga “bunga kuncup”.

 

Memasuki sesi inti, peserta dibagi menjadi lima kelompok yang terdiri atas satu kelompok laki-laki dan empat kelompok perempuan, masing-masing beranggotakan 10 orang. Setelah menampilkan yel-yel kelompok, mereka mengikuti permainan Empathy Ball yang menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan kepedulian terhadap rekan satu tim.

Menurut Jazuli, keberhasilan dalam permainan tersebut hanya dapat dicapai apabila setiap peserta mampu mengesampingkan ego pribadi, memahami ritme kerja kelompok, serta memastikan rekan di sekitarnya siap menerima operan bola.

Tantangan berikutnya mengharuskan seluruh peserta berdiri bersama dari posisi duduk dengan syarat kaki tidak boleh ditekuk dan tangan harus tetap saling bergandengan. Permainan ini menguji kekompakan serta kemampuan peserta untuk saling menopang.

Pada sesi siang hari, peserta mengikuti permainan Ular Buta. Dalam permainan tersebut, lima peserta ditutup matanya, sedangkan lima peserta lainnya bertugas memberikan arahan dari berbagai posisi. Komando hanya dapat disampaikan melalui sentuhan berantai sebelum diterjemahkan menjadi instruksi suara untuk menentukan arah gerakan.

Keseruan berlanjut melalui permainan Ular Sendok. Peserta diminta memasukkan seutas tali yang telah diikatkan pada sendok melalui lengan baju kanan hingga keluar di sisi kiri secara estafet dari peserta pertama hingga terakhir. Permainan ini menguji kesabaran, ketelitian, dan koordinasi tim.

Rangkaian outbound ditutup dengan permainan Pesan Berantai. Ketua kelompok menerima instruksi berupa gerakan dan kalimat tertentu yang harus diteruskan hingga peserta terakhir. Permainan tersebut bertujuan menguji ketepatan penyampaian informasi dari satu orang ke orang lainnya.

Jazuli mengatakan setiap permainan yang diberikan memiliki pesan dan nilai pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

“Lewat sesi ice breaking tadi, kita sebenarnya diingatkan kembali akan hal mendasar, yaitu pentingnya untuk selalu fokus. Permainan Empathy Ball memberikan pelajaran bahwa institusi pendidikan tidak akan pernah berjalan dengan baik apabila masih mengedepankan ego individu. Kita harus peka terhadap ritme kerja rekan sejawat dan saling menopang saat menghadapi kesulitan. Sementara melalui permainan Pesan Berantai, saya ingin menekankan pentingnya menjaga keaslian informasi yang kita dengar maupun sampaikan,” ujarnya.

Sebagai penutup kegiatan, Jazuli mengajak seluruh peserta untuk menjaga nama baik dan kebersamaan dalam memajukan sekolah.

“Jangan pernah meludah di sumur yang kita timba. Tempat ini adalah wadah kita mengabdi dan menjemput rezeki. Jaga nama baiknya, rawat keharmonisannya, dan besarkan institusi ini bersama-sama dengan penuh rasa saling memiliki,” pungkasnya. (aan)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini