METRO – Pada kesempatan Silaturahmi Wali Murid dan sosialisasi program Madrasah Muhammadiyah Metro, Tahun Pelajaran 2026/2027. Dr. Bairus Salim, menyampaikan materi Tausyiah bertajuk “Orang Tua dan Sekolah: Dua Sayap yang Mengantarkan Anak Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat.” Acara berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro pada, Sabtu,11/7/2026.
Ia menegaskan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama, sedangkan sekolah dan pesantren menjadi mitra strategis dalam menyempurnakan proses pendidikan.
Dalam pemaparannya, Bairus Salim menjelaskan tiga alasan mendasar mengapa orang tua harus memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan anak. Pertama, pendidikan merupakan tanggung jawab yang diperintahkan Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surah At-Tahrim ayat 6 serta hadis Rasulullah SAW. “Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang dipimpinnya.” Tegasnya, dalam pemaparan hadits.
Kedua, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang pahalanya terus mengalir melalui doa anak yang saleh. Ketiga, pendidikan merupakan pemberian terbaik yang dapat diwariskan orang tua kepada anak-anaknya. Lebih lanjut, ia menguraikan peran konkret orang tua dalam menyukseskan pendidikan anak di lingkungan madrasah dan pesantren.

“Mengacu pada nasihat Imam Syafi’i, ia menyebut enam kunci keberhasilan menuntut ilmu, yakni kecerdasan, kesungguhan, semangat, kecukupan bekal, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.” Terangnya.
Menurutnya, implementasi peran orang tua diwujudkan dengan meluruskan niat belajar anak karena Allah SWT, membangun komunikasi yang baik serta penuh penghormatan kepada guru, memenuhi kebutuhan pendidikan dengan rezeki yang halal dan berkah, memperbanyak doa untuk anak, serta senantiasa memberikan motivasi agar anak istiqamah dalam menuntut ilmu.
Ia juga mengingatkan bahwa hubungan harmonis antara orang tua dan guru merupakan fondasi keberhasilan pendidikan. “Kepercayaan kepada guru dan komunikasi yang intensif akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga pembinaan akademik maupun karakter dapat berlangsung secara optimal.” Pungkasnya. (red)

