Sabtu, Juli 4, 2026
BerandaAUMDorong Gerakan Hijau di Lembaga Pendidikan, PWM Lampung Gelar Bimtek Sekolah Adiwiyata

Dorong Gerakan Hijau di Lembaga Pendidikan, PWM Lampung Gelar Bimtek Sekolah Adiwiyata

BANDAR LAMPUNG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Adiwiyata, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) ini dihadiri dan diikuti oleh perwakilan sekolah serta madrasah Muhammadiyah se-Provinsi Lampung.

Ketua PWM Lampung, Ma’aruf Abidin, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsep Sekolah Adiwiyata sebagai proyek nyata untuk merespons dampak perubahan iklim dan efek rumah kaca yang kian dinamis. Menurutnya, sekolah harus mampu melahirkan konsep aksi nyata bagi Pelaku Lingkungan Hidup.

“Sekolah ramah lingkungan saat ini menjadi hal yang mendesak. Dalam Islam, dikenal juga konsep eko-teologi—bagaimana kurikulum pendidikan betul-betul mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan dan menghargai ciptaan Tuhan. Ketika lingkungan rusak, maka rusaklah semuanya,” ujar Ma’aruf.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Lazismu PWM Lampung, Firdaus Armansyah, menyatakan bahwa isu lingkungan hidup merupakan salah satu pilar dakwah yang harus didorong oleh umat Muslim di kancah internasional. Kerusakan lingkungan dinilai bukan sekadar masalah dinamika politik atau ekonomi, melainkan rendahnya partisipasi dan kesadaran manusia itu sendiri.

“Dunia pendidikan menjadi tempat yang sangat strategis untuk mendorong kembali lahirnya gerakan-gerakan hijau. Lazismu siap mendukung penuh (support) pemenuhan kebutuhan fasilitas bagi sekolah-sekolah yang memiliki visi lingkungan yang sama, termasuk rencana penyelenggaraan perlombaan sekolah hijau di tingkat provinsi,” terangnya.

Sementara itu, Sigit Atmojo, sebagai pemateri mewakili Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, mendorong agar isu konservasi lingkungan hidup diangkat menjadi citra atau branding utama sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Konservasi lingkungan hidup ini bahkan harus masuk ke dalam kurikulum, di mana kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Kita juga bisa menerapkan agenda sederhana namun berdampak besar seperti ‘Melisa’ (Melihat Sampah Ambil). Jika ini diterapkan, sekolah-sekolah kita akan bersih,” jelasnya.

Antonius Cahyalana ketua MLH menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran kepala MLH PP Muhammadiyah dan menjelaskan bahwa ada 4 agenda utama yang akan dilaksanakan.

“Mulai hari ini, 3 Juli, di Kampus 2 UML terkait Sekolah Adiwiyata. Setelah zuhur, agenda langsung dilanjutkan dengan aksi nyata menanam pohon. Kemudian pada hari Sabtu dan Minggu, para kader lingkungan atau sekolah akan melakukan observasi lapangan di LPMP dan Grand Mercury,” papar Antonius. (DS)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini