Jumat, Juli 3, 2026
BerandaAUMBarry Adhitya Resmi Dilantik sebagai Dirut Lazismu Pusat

Barry Adhitya Resmi Dilantik sebagai Dirut Lazismu Pusat

JAKARTA – Penempatan seseorang dalam tugas tertentu di suatu lembaga adalah bagian dari Tour of Duty. Realitas ini menjadi hal yang biasa di persyarikatan Muhamamdiyah, dan menetapkan Barry Adhitya sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat.

Penunjukan tersebut, kata Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, dalam siaran persnya sebagai bentuk penyegaran struktur kelembagaan (tour of duty) di tingkat direksi. Lazismu secara resmi juga akan mengenalkan logo milad Lazismu di hari jadinya yang ke-24 tahun.

Barry mengatakan berkomitmen meneruskan rencana pengembangan Lazismu secara kelembagaan dalam aspek penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan serta pelaporan kerja yang telah diagendakan dalam renstra untuk mewujudkan tranformasi digital.

“Dalam kesempatan ini, upaya mengoptimalkan peluang jejaring Lazismu se-Indonesia untuk meningkatkan tata kelola layanan dan memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan atau metode pengetahuan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung sehingga ada pembelajaran yang bermakna di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat”, kata Barry yang menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Saat ini, kata Barry, kita dihadapkan dalam kondisi ekonomi yang sulit. Lazismu merasakan betul situasi tersebut untuk bisa menjawab persoalan yang dibutuhkan masyarakat. Dari kondisi tersebut setidaknya ada empat pilar yang perlu disiapkan.

Pertama, pilar kepatuhan syariah, Lazismu harus menyajikan laporan berjenjang kepada donatur, mitra, Kemenag, Baznas dan pimpinan pusat Muhamamdiyah untuk memastikan apa yang dikerjakan Lazismu dan amanah yang dititipkan bisa dilaksanakan sesuai kepatuhan syariah sebagai rambu-rambunya.

Kedua, pilar program, dalam hal ini tentu saja program yang berdampak dan berkelanjutan selaras dengan catatan renstra Lazismu dalam rakernas. “Bagaimana itu bisa diwujudkan dalam program berbasis kebutuhan data yang ada di pemerintah dan swasta menjadi bahan pendistribusian dan pendayagunaan.

Barry membayangkan bagaimana dalam sistem tata kelola Lazismu terutama kantor layanan masjid bisa mendata asnaf. Ini perlu duduk bersama untuk mendesain tata kelolanya bahwa kantor layanan masjid tidak hanya menghimpun tapi juga bisa menyalurkan untuk menjawab kebutuhan penerima manfaat.

Ketiga, pilar integrasi teknologi, Lazismu tidak sekadar menerima donasi, tapi juga dengan teknologi informasi tata kelolanya mampu menjawab kesulitan masyrakat. Masyarakat bisa menggunakannya dengan mudah seperti kemudahan menggunakan media sosial dalam suatu algoritma di lini masa.

Keempat, pilar kompetensi dan integritas, semua amil harus berintegritas dan memiliki kompetensi. “Sekarang amil dalam regulasi untuk tugas dan tanggung jawabnya perlu dikuatkan dengan pengujian standar kompetensi. Terkait ini juga bahwa integritas dan kompetensi perlu dilengkapi dengan kerendahan hati dan sikap untuk peka dan peduli secara lebih dalam”, ujarnya.

Sekali lagi, atas amanah ini, mohon dukungannya dari semua pihak dan mitra-mitra Lazismu. Ini tugas berat bagi kami, terakhir tadi sudah ditayangkan logo milad Lazismu ke-24, sebuah usia sosial Lazismu untuk bangkit membangun kemandirian.

Dalam kiprahnya di lembaga amil zakat Muhammadiyah, Barry sebelumnya merupakan anggota badan pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Selain itu, ia juga telah matang di isu-isu kemanusiaan, kesehatan dan kebencanaan di lembaga sosial-kemanusian baik di tingkat nasional dan internasional.

Sosoknya telah berpengalaman dalam aktivitas program pemberdayaan masyarakat dan manajemen program. Barry Adhitya diharapkan dapat membawa visi baru yang mendekatkan Lazismu dengan masyarakat dan mitra kolaborasi terutama dalam mendorong aspek peningkatan kualitas program yang berdampak.

Dalam kesempatan itu, Ibnu Tsani, mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu seluruh Indonesia yang sejak 2024 – 2026 dipercaya memimpin Lazismu untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Termasuk capaian yang diraih bersama ada andil Lazismu wilayah dan mitra atas berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.

“Tiga tahun merupakan waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan semua pihak yang mendukung program-program Lazismu selama ini”, kata kader Muhammadiyah yang juga lama berkecimpung di Majelis Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Secara resmi serah terima jabatan dari Direktur Utama Ibnu Tsani periode 2024 – 2026 kepada Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru Barry Adhitya periode 2026 – 2027, ditandai dengan proses penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Hajriyanto Y. Thohari dan Nizam Burhanuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta, pada Jum’at (3/7/2026).
Bersamaan dengan itu, logo milad Lazismu ke-24 diluncurkan yang disaksikan secara luring oleh seluruh pimpinan majelis, lembaga dan ortom Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu se-Indonesia dan para tamu undangan mitra Lazismu.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
Dalam amanahnya, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan, pemilihan direktur utama menurut pedoman Lazismu yang baru ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Perubahan ini langkah progresif, oleh karena itu terima kasih kepada semua jajaran Lazismu di Indonesia selama ini. Kita menyadari bahwa apa yang diperoleh dalam dana ZISKA untuk mengeluarkannya tidak mudah, apalagi membelanjakannya”, jelasnya.

“Maka manajemen risiko dalam renstra Lazismu yang baru menjadi penting mengingat persiapan audit membutuhkan itu. Karena saya harus menjaga risiko uangnya semakin besar Lazismu tentu sumber daya manusianya semakin banyak ini suatu keniscayaan”, pungkasnya.

Impiannya, ke depan Lazismu menjadi salah satu perwakilan lembaga di Muhammadiyah yang memiliki visibilitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Semua ekosistem ada, dari transaksi, model dan auditnya. Audit syariah dan ketentuan PSAK-nya juga khusus karena berbeda dengan perbankan.

Karena itu, sambung Hilman, saya betul-betul berikan amanah kepada seluruh badan pengurs Lazismu dan direksi baru untuk perkuat ekosistem ekonomi syariah bersama mitra.
Ini tidak mudah butuh perjuangan dari aspek sosial ke bisnis begitu sebaliknya. Maka tata kelola dan kemitraan melalui produk program baru seperti perbankan dan produk teknologi baru harus direncanakan dengan matang.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut menyampaikan terima kasihnya kepada Ibnu Tsani yang selama tiga tahun, atas dedikasi dan capaianya bisa diraih secara bersama – sama. Ia juga sampaikan ucapan selamat kepada Barry Adhitya sebagai direktur utama Lazismu Pusat yang baru dalam mengemban amanah ini.

“Tidak ada yang abadi di dunia ini, yang pasti Lazismu menyambut sebuah perubahan yang di dalamnya ada disrupsi. Perubahan itu harus dihadapi dengan lebih solid dan terintegrasi. Adanya perubahan pimpinan di eksekutif bagian dari tour of duty, tidak ada hal baru, yang abadi adalah perubahan itu sendiri”, tandasnya.

Mujadid Rais mengungkapkan masih ada pekerjaan berat, Lazismu sedang dalam proses audit. Pertama audit KAP dan kedua akan ada audit syariah. Beberapa wilayah sedang mengikuti audit audit keuangan oleh KAP, sehingga tidak menggangu proses audit yang sedang berjalan.
Di hari jadinya yang ke-24, pada Sabtu, 4 Juli 2026 nanti, Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” untuk merajut ekosistem ZISKA yang terintegrasi dan berdampak lebih luas untuk masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini