METRO-Guna merespons transformasi kurikulum baru dan perkembangan teknologi digital, SD Muhammadiyah Metro Pusat menyelenggarakan Workshop Implementasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 17–20 Juni 2026, ini secara resmi dibuka pada Rabu pagi (17/06/2026) bertempat di Aula Kampus 2 sekolah setempat.
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.I.P., M.H., bersama Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas). Turut hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Drs. M. Jaeni, M.Pfis., jajaran manajemen sekolah, serta seluruh peserta yang terdiri atas 61 guru reguler, 21 guru pendamping, dan 20 karyawan SD Muhammadiyah Metro Pusat.
Dalam laporannya, Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen panjang sekolah yang telah meraih berbagai predikat nasional sejak 2018, mulai dari Sekolah Rujukan Nasional, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, hingga Sekolah Literasi Nasional.

“SD Muhammadiyah Metro Pusat juga bangga menjadi salah satu dari hanya 21 sekolah di Indonesia yang masuk dalam kategori Utama program sekolah unggulan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat ini, kami berada pada fase ketiga (2023–2027) dari Rencana Strategis menuju Potret Internasional 2035,” ujar Ihwan. Ia juga menambahkan bahwa setelah pelatihan di Metro, rangkaian kegiatan akan dipungkas dengan penutupan di Bali pada 21 Juni mendatang.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Drs. M. Jaeni, M.Pfis., memberikan motivasi dengan menekankan pentingnya mentalitas bertumbuh di kalangan pendidik. Lewat analogi cahaya senter, ia menegaskan bahwa guru harus terus meningkatkan kapasitas diri agar ruang lingkup kompetensinya semakin luas.
“Bukan orang yang mempunyai kelebihan kecerdasan yang bisa survive (bertahan), tetapi adalah orang yang bisa beradaptasi dengan perubahan. Namun di tengah masifnya teknologi, keunggulan sekolah kita tetap pada iman dan akhlak yang utama. Orang tua menitipkan anaknya di sini agar menjadi anak beriman yang mampu mendoakan mereka di akhirat kelak,” tegas Jaeni.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.I.P., M.H., dalam sambutan pengarahannya mengapresiasi tinggi kontribusi luar biasa perguruan Muhammadiyah. Berkat prestasi sekolah-sekolah Muhammadiyah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro melonjak dari 81,25 (2024) menjadi 81,67 (2025), bersaing ketat dengan Kota Bandar Lampung.
Terkait substansi workshop, Agus mengingatkan bahwa secanggih apa pun perkembangan teknologi seperti coding dan AI, posisinya tetaplah sebatas alat bantu.
“Jika teknologi ini digunakan secara serampangan tanpa dasar berpikir yang kuat, kita akan melahirkan generasi yang kehilangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Ada ruang kosong di dalam AI yang tidak akan pernah bisa diisi oleh mesin, yaitu sisi kemanusiaan: Empati dan Keteladanan. Dua hal inilah yang harus dimasukkan (di-insert) oleh para guru kepada siswa,” ungkap Agus.
Di akhir sambutannya, Kadisdikbud berharap agar pasca-workshop, para peserta dapat melakukan pengimbasan ilmu. Pola pembinaan di mana satu guru melatih dua atau tiga guru lainnya dinilai akan jauh lebih efektif untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Kota Metro. (ims)

