Metro, 11 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Halal Center menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) di Aula AR Fachruddin UM Metro, Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta calon pendamping halal yang akan berperan dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di Kota Metro dan sekitarnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi pendamping halal dalam mendukung implementasi program sertifikasi halal bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK). Kehadiran tenaga pendamping yang kompeten menjadi faktor penting dalam membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa peserta pelatihan diharapkan mampu menguasai materi yang diberikan dan siap mengimplementasikannya di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan peserta dapat mengikuti pelatihan sampai selesai, menguasai materi yang disampaikan, kemudian memiliki kompetensi dan siap mengaplikasikannya dalam mendampingi masyarakat serta pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal,” ujarnya.
Menurut Nyoto, keberadaan Halal Center UM Metro memiliki peran strategis dalam mendukung masyarakat memperoleh produk yang halal dan aman dikonsumsi. Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan konsep halalan thayyiban sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.
“Ke depan tidak hanya halal, tetapi juga halalan thayyiban. Produk yang dikonsumsi masyarakat harus jelas kandungannya, aman, dan memberikan kemaslahatan bagi konsumen,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Muhammad Badrus Sholih, menyampaikan apresiasinya atas peran Halal Center UM Metro sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal di daerah. Menurutnya, Halal Center tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendampingan, tetapi juga menjadi pusat literasi, pelatihan, dan pengembangan sertifikasi halal.
“Halal Center merupakan bagian penting dari ekosistem halal daerah. Ketika ada UMKM atau pelaku usaha yang ingin mendaftarkan produknya untuk sertifikasi halal, mereka dapat memanfaatkan layanan yang tersedia di Halal Center UM Metro,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan produk halal di Provinsi Lampung sangat besar, sementara jumlah produk yang telah tersertifikasi halal masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, kehadiran tenaga pendamping halal menjadi sangat penting untuk mempercepat proses sertifikasi di masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro, Karnila Ali, B.Bus., M.P.A., menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara UM Metro, Halal Center, dan berbagai pihak dalam mendukung program percepatan sertifikasi halal nasional.
“Melalui pelatihan ini kami berharap peserta mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendamping halal yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Karnila, keberadaan pendamping halal tidak hanya membantu UMKM memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
“Kami berharap pelatihan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM sehingga produk-produk yang dihasilkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, UM Metro menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pengembangan ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran pendamping halal yang profesional diharapkan mampu mempercepat perluasan sertifikasi halal, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat ekosistem halal di Kota Metro, Provinsi Lampung, dan Indonesia secara umum. Crew MPI

