Selasa, Juni 9, 2026
BerandaAUMJadi Pembicara Simposium FGM Lampung, Ketua FGM Pusat Beberkan Formula Membangun Sekolah...

Jadi Pembicara Simposium FGM Lampung, Ketua FGM Pusat Beberkan Formula Membangun Sekolah Unggul

METRO-Rangkaian acara pelantikan Pengurus Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Wilayah Provinsi Lampung periode 2026–2030 di Aula SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro, Selasa (9/6/2026), dilanjutkan dengan gelaran Simposium Pendidikan yang menghadirkan narasumber utama, Ketua FGM Pimpinan Pusat, Sutomo, M.Ag.

Dalam paparannya, Sutomo mengupas tuntas strategi dan formula bagi sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren Muhammadiyah di Lampung agar mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang unggul, kreatif, dan mandiri di tengah dinamika zaman.

Berikut adalah 4 poin pokok materi simposium yang disampaikan oleh Ketua FGM Pusat:

  1. Menjawab Tantangan Menuju Sekolah Unggul

Sutomo menegaskan bahwa tantangan terbesar setiap institusi pendidikan saat ini adalah bagaimana mendesain sekolah agar menjadi lembaga pilihan. Menurutnya, sebuah sekolah, madrasah, atau pesantren dapat dikategorikan unggul dan berprestasi jika memenuhi indikator berikut:

  • Pilihan Utama: Menjadi rujukan dan pilihan pertama bagi masyarakat.
  • Fasilitas Representatif: Memiliki sarana prasarana yang melebihi Standar Nasional Pendidikan (SNP).
  • Lumbung Prestasi: Sukses melahirkan prestasi akademik dan non-akademik di level nasional hingga internasional.
  • Memiliki Brand Khusus: Mempunyai keunggulan spesifik, misalnya penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang aktif.
  • Sinergis & Adaptif: Membangun jejaring luas dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) serta responsif terhadap perubahan zaman.
  1. Paradoks Perubahan dan Transformasi Pola Pikir (Mindset)

Membangun sekolah yang unggul mustahil terjadi tanpa adanya perubahan internal. Namun, Sutomo menyoroti adanya tantangan psikologis organisasi yang disebut Paradox of Change.

“Manusia pada dasarnya ingin berubah, tetapi sering kali tidak mau diubah,” selorohnya di hadapan ratusan peserta simposium.

Untuk mendobrak ego tersebut, gerbang utamanya adalah mengubah pola pikir (mindset), terutama dalam menyikapi sebuah kritik. Ia membedakan dua tipe manusia dalam berorganisasi:

  • Fixed Mindset (Pola Pikir Statis): Menganggap kritik sebagai serangan pribadi yang harus ditolak atau dihindari.
  • Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang): Memandang kritik secara positif sebagai sumber informasi berharga dan peluang emas untuk perbaikan diri.
  1. Profil Guru yang Unggul, Kreatif, dan Mandiri

Aktor utama dalam transformasi sekolah adalah guru. Guru Muhammadiyah yang unggul bukan sekadar datang untuk menggugurkan kewajiban mengajar, melainkan pribadi yang tangguh, percaya diri, berintegritas tinggi, dan bertindak secara intuitif.

Sutomo menyebutkan ada 4 pilar utama yang harus melekat pada diri seorang guru unggul:

  • Merubah pola pikir menuju arah yang lebih berkembang (growth mindset).
  • Menguasai dan melaksanakan tugas pokok guru secara profesional.
  • Menerapkan disiplin yang menyeluruh dalam setiap aspek kerja.
  • Menjadikan pekerjaan sebagai jiwa ibadah, sehingga setiap peluh bernilai spiritual.
  1. Eksekusi: Kebiasaan Bekerja Cerdas untuk Hasil yang Baru

Perubahan besar tidak lahir dari lompatan instan, melainkan dari sebuah siklus kausalitas yang konsisten. Sutomo merumuskan formula perubahan tersebut ke dalam sebuah skema:

Untuk melahirkan New Result (hasil baru) bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Lampung, setiap elemen pendidik harus menanamkan Kebiasaan Bekerja Cerdas melalui 7 prinsip kerja operasional:

  • Bekerja Ikhlas yang dipenuhi dengan rasa syukur.
  • Bekerja Penuh Integritas dan memegang teguh prinsip moral.
  • Bekerja Keras dengan kobaran semangat yang tidak padam.
  • Bekerja Serius yang didasari rasa cinta terhadap profesi.
  • Bekerja Cerdas dengan memunculkan kreativitas tanpa batas.
  • Bekerja Tekun demi mengejar sebuah keunggulan.
  • Bekerja Paripurna yang dibarengi dengan kesabaran yang luas.

“Melalui keselarasan antara komitmen sekolah, transformasi pola pikir guru, dan eksekusi kerja cerdas yang konsisten, visi sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berprestasi di Lampung bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang siap kita wujudkan bersama,” pungkas Sutomo memotivasi. (IMS)

 

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini