METRO-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro resmi merilis data pemetaan dan jumlah hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Tercatat sebanyak 182 ekor sapi dan 85 kambing hewan kurban disembelih dan didistribusikan di ranting, cabang, amal usaha dan jamaah Masyarakat se-Kota Metro.
Langkah pendataan ini merujuk pada surat resmi PDM Kota Metro Nomor: 175/III.0/B/2026 tertanggal 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H), yang menindaklanjuti instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung Nomor 130/II.0/D/2026 terkait Pendataan Lokasi Idul Adha dan Hewan Kurban.
Kantor secretariat PDM Kota Metro mengonfirmasi bahwa seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Metro telah menyetorkan data akumulatif, dengan rincian total 267 ekor hewan kurban yang terdiri dari 182 ekor sapi dan 85 ekor kambing.
Sebagian besar PCM di Kota Metro dijadwalkan bakal melaksanakan penyembelihan serentak tepat pada hari nahar, yakni 10 Zulhijah. Namun, beberapa amal usaha Muhammadiyah (AUM) memilih melaksanakan penyembelihan pada hari tasyrik, Kamis, 28 Mei 2026, seperti Pondok Pesantren Darul Arqom dan Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro.
RSU Muhammadiyah Metro sendiri tercatat siap menyembelih 13 ekor hewan kurban pada momentum Iduladha kali ini. Prosesi penyembelihan akan dipusatkan di area rumah sakit.
Ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) RSU Muhammadiyah Metro, Nurrohman, menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban tersebut berasal dari pemenuhan niat (sahibul kurban) para karyawan internal rumah sakit.
“Daging kurban ini nantinya akan kami bagikan kepada para sahibul kurban, pegawai RSU Muhammadiyah, warga di lingkungan sekitar rumah sakit, hingga menyasar daerah-daerah yang tercatat masih minim kurban,” ujar Nurrohman saat memberikan keterangan.
Beberapa wilayah luar kota yang minim kurban dan menjadi target distribusi khusus Lazismu RSU Muhammadiyah Metro antara lain Desa Girikarto, Kecamatan Sekampung, dan Batanghari.
Nurrohman menekankan bahwa esensi kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata keikhlasan sosial.
“Kurban itu tentang nilai pengorbanan dan keikhlasan. Jadi, walaupun di rumah sakit banyak hewan kurbannya, jangan sampai kita tidak berbagi dengan daerah-daerah pinggiran yang justru sangat minim hewan kurban,” pungkasnya. (Crew MPI)

