Pringsewu-Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai kampus berdampak yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam Forum Group Discussion (FGD) LLDIKTI Wilayah II bertema Arah Kinerja Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang digelar di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, Senin (2/2/2026).
FGD yang diikuti oleh 57 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Lampung ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan arah transformasi pendidikan tinggi menuju paradigma kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang kinerjanya diukur dari kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan bangsa.
Dalam forum tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menekankan bahwa penilaian kinerja perguruan tinggi ke depan tidak lagi berfokus pada capaian administratif semata, tetapi pada kontribusi substantif yang memberi maslahat luas.
“Ke depan, yang ingin kita ukur bukan hanya laporan dan dokumen, tetapi sejauh mana perguruan tinggi memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU-PT) harus dipahami sebagai instrumen pengukuran dampak, bukan sekadar kewajiban birokratis. Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi dapat diwujudkan sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing institusi.
“Kontribusi tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi. Yang terpenting adalah kebermanfaatannya, baik pada level lokal, nasional, maupun global,” tegas Prof. Iskhaq.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IKU merupakan turunan langsung dari kebijakan negara sehingga wajib menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) perguruan tinggi agar arah geraknya sejalan.
Dalam kebijakan tahun 2026, LLDIKTI Wilayah II menekankan empat fokus utama kinerja perguruan tinggi, yakni perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi lulusan, penguatan talenta, serta tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas, Keempatnya dipandang sebagai fondasi utama perguruan tinggi yang berdaya ubah.
Menanggapi arah kebijakan tersebut, Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno menegaskan bahwa semangat kampus berdampak sejalan dengan jati diri perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid melalui pendidikan.
Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi tidak boleh bersifat artifisial, tetapi harus berangkat dari pemahaman mendalam terhadap potensi dan persoalan riil di daerah.
“Perguruan tinggi sering kali terjebak mengikuti tren, tetapi kurang memahami kekuatan dan masalah yang ada di wilayahnya sendiri. Padahal di situlah letak panggilan pengabdian,” ujar Dr. Nyoto.
Ia menilai bahwa pendidikan tinggi yang tercerabut dari konteks sosialnya berpotensi kehilangan makna dan daya guna. Karena itu, kebijakan IKU harus dimaknai sebagai dorongan moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Pendidikan tinggi tidak cukup hanya meluluskan mahasiswa. Perguruan tinggi harus hadir memberi jawaban atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Dr. Nyoto juga menyoroti besarnya potensi Provinsi Lampung di sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan wilayah pesisir yang belum dikelola secara optimal akibat keterbatasan penguatan sumber daya manusia serta kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak.
“Lampung ini kaya sumber daya, tetapi belum sepenuhnya berdaulat atas potensi tersebut. Di sinilah perguruan tinggi harus hadir melalui riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung persoalan alih fungsi lahan yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik sekaligus etik untuk ikut mengawal arah pembangunan.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai penuntun agar pembangunan berjalan adil, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan mudarat sosial,” ujarnya.
Rektor UM Metro menyambut baik dorongan LLDIKTI Wilayah II agar perguruan tinggi bergerak menuju kampus berdampak, seraya menegaskan kesiapan UM Metro untuk terus memperkuat kontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa.
“FGD ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan peran strategis perguruan tinggi, khususnya UM Metro, dalam mencerahkan kehidupan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (Guswir)

