Rabu, Februari 11, 2026
BerandaAUMSMA Muhammadiyah 2 Metro Gelar Outing Class ke Pasar Kreatif Payungi

SMA Muhammadiyah 2 Metro Gelar Outing Class ke Pasar Kreatif Payungi

METRO-SMA Muhammadiyah 2 Metro melaksanakan kegiatan outing class dengan mengunjungi Pasar Kreatif Yosomulyo Pelangi (Payungi), Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa bersama guru pendamping dan berlangsung dengan penuh antusias.

Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari owner Payungi, Darma Setyawan, yang juga merupakan dosen UIN Jurai Siwo Metro. Dalam sesi pemaparannya, Darma menyampaikan tiga materi utama: pentingnya pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemanfaatan digitalisasi untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Darma menekankan bahwa bangsa Indonesia memiliki tradisi pendidikan dan budaya belajar yang panjang, bahkan sebelum sistem sekolah modern hadir. Namun, ia menilai bahwa tantangan pendidikan hari ini bukan pada esensinya, tetapi pada cara penyampaiannya yang sering monoton dan kurang menarik bagi generasi muda.

Menurutnya, teknologi dan gawai yang di tangan generasi saat ini seharusnya menjadi pintu kreativitas, bukan alat yang membuat mereka pasif atau kehilangan fokus belajar.

“Kalau kita ingin menjadi bangsa besar, pintunya tetap pendidikan. Tapi pendidikan harus hidup, relevan, dan membentuk karakter,” tegas Darma.

Pada sesi kedua, Darma mengajak siswa memahami bahwa kreativitas adalah modal penting di era modern. Ia mencontohkan banyak negara yang mampu menciptakan inovasi besar meskipun berawal dari hal sederhana—seperti Jepang yang memiliki ratusan olahan hanya dari telur.

Melalui kisah-kisah inspiratifnya, Darma menegaskan bahwa proses, kerja keras, dan kesediaan untuk berproses adalah kunci kesuksesan.

“Kalau kalian tidak pernah mau menderita dalam proses, kalian tidak akan pernah menjadi ahli,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan ekonomi bukan sebagai hambatan mutlak, tetapi sebagai pemantik kreativitas dan semangat untuk terus berkembang.

Dalam pemaparan ketiga, Darma menceritakan perjalanan lahirnya Payungi pada 28 Oktober 2018. Pasar kreatif itu tumbuh dari komunitas kecil yang rutin mengaji, bersholawat, berdiskusi, hingga merancang program gotong royong.

Melalui pemanfaatan media digital, Payungi berkembang pesat dan kini memiliki berbagai unit kegiatan, mulai dari koperasi, kegiatan sosial, hingga ekosistem ekonomi yang mampu membantu warga sekitar.

Darma menunjukkan bahwa digitalisasi bukan semata soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat solidaritas, kreativitas, dan kebermanfaatan sosial.

“Payungi bisa tumbuh karena nilai, tradisi, dan komitmen. Bukan karena fisik bangunannya,” ungkapnya.

Sepanjang kegiatan, siswa tampak antusias mengikuti paparan, berdiskusi, dan mengamati langsung konsep ekonomi kreatif yang dikembangkan di Payungi. Guru pendamping menilai kegiatan ini sangat relevan untuk membuka wawasan siswa mengenai pendidikan, kreativitas, dan peran generasi muda dalam masyarakat.

Outing class ini diharapkan menjadi pengalaman belajar bermakna bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Metro, sekaligus menginspirasi mereka untuk lebih kreatif, mandiri, dan berdaya guna di tengah perubahan zaman.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Metro, Desia Setianingsih, meyampaikan tujuan dari kegiatan outing class guna memberikan wawasan kepada siswa perjuangan untuk mewujudkan harapan

“Payungi ini merupakan wujud perjuangan untuk membangun pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan ekomoni kreatif masyakarat.” Terangnya.

Ia menyampaikan terimakasih kepada owner Payungi yang telah bersedia menerima dan memberikan materi seputar ekonomi kreatif, dan pemanfaatan digitalisasi.

“Tentu ini sangat bermanfaat sekali bagi siswa sebagai bekal nanti ketika dimasyarakat,” pungkasnya. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini