METRO-Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. Sudarman, M.Ag., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya konsistensi ibadah dan pola hidup sederhana dalam khutbah Idulfitri 1447 H. Shalat Id tersebut dilaksanakan di Lapangan Kampus 15.A Iringmulyo, Metro Timur, yang di gelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Timur dihadiri ribuan jamaah. Tampak jamaah memenuhi shaf yang disediakan.
Dalam khutbahnya, Guru Besar UIN Raden Intan Lampung tersebut menekankan bahwa Idulfitri bukanlah akhir dari perjuangan spiritual, melainkan awal dari ketaatan yang lebih konsisten (istiqamah).
“Jangan sampai Ramadan pergi, lalu ketakwaan kita juga ikut pergi. Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit,” ujar Prof. Sudarman di hadapan jamaah.

Soroti Konflik Global dan Ketahanan Ekonomi
Selain aspek spiritual, Prof. Sudarman juga menyoroti kondisi geopolitik dunia yang sedang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah. Menurutnya, ketidakpastian global akibat peperangan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional, seperti kenaikan harga energi dan pangan.
Ia mengajak umat Islam untuk merespons tantangan global ini dengan meneladani kesahajaan Rasulullah SAW. Beliau menegaskan bahwa hidup bersahaja bukan berarti hidup dalam kemiskinan, melainkan kemampuan mengendalikan diri dari perilaku konsumtif.
“Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, umat Islam di Indonesia sebaiknya meneguhkan sikap hidup sederhana. Kebahagiaan Idulfitri tidak terletak pada kemewahan pakaian atau hidangan, tetapi pada ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Pesan Moderasi dan Persatuan
Lebih lanjut, Prof. Sudarman mengingatkan warisan Islam di Indonesia yang moderat dan damai. Ia mengutip perjuangan tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, Sutan Mansur, AR. Fachrudin dan tokoh-tokoh lainnya, yang menyebarkan Islam melalui dakwah akhlak, bukan kekerasan.
Ia berharap momentum Idulfitri ini dapat memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah guna membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jika dunia dipenuhi permusuhan, kita tebarkan persaudaraan. Jika dunia diliputi kesulitan, kita teguhkan iman dan ketakwaan,” tutupnya.
Acara shalat Id di Lapangan 15.A Metro Timur ini berlangsung dengan tertib. Jamaah membubarkan diri dengan tertib setelah setelah khutbah diakhari dengan doa. (ims)

