MANINJAU-Tim relawan Muhammadiyah Lampung yang tergabung dalam tim DMC RSUMM (Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro), terus bergerak menyisir wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat. Pada Senin (8/12/2025), tim ini berhasil menembus lokasi terisolir di Jorong Labuah, Maninjau.
Misi kemanusiaan kali ini diterjunkan dengan kekuatan penuh oleh tim DMC RSUMM yang terdiri dari dr. Tedi Subroto sebagai dokter penanggung jawab, didampingi oleh perawat Anggi Setiawan, A.Md.Kep dan Hengki Purwanto, A.Md.Kep, serta tim support lapangan, Taqoof dan Arif.
Perjalanan menuju lokasi pengungsian di Jorong Labuah menjadi ujian fisik dan mental bagi tim. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meluap hingga memutus jembatan utama. Dr. Tedi dan tim terpaksa meninggalkan kendaraan roda empat, berjalan kaki meniti jembatan darurat di atas arus sungai yang deras, dan melanjutkan perjalanan mendaki area perbukitan menggunakan kendaraan roda dua.

“Medan cukup berat karena akses terputus dan licin, tetapi prioritas kami adalah memastikan warga di titik yang sulit dijangkau ini tetap mendapatkan layanan medis,” ungkap Anggi.
Kerja keras tim terbayar dengan tertanganinya 28 warga di lokasi pengungsian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis, mayoritas pengungsi didiagnosa menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan kondisi tempat tinggal sementara yang serba terbatas.
Kehadiran tim kesehatan yang dukung oleh Lazismu ini menjadi bukti nyata komitmen kemanusiaan Muhammadiyah Lampung dalam merespons bencana hingga ke pelosok yang sulit dijangkau.
Sementara itu penggalangan laporan konsolidasi penghimpunan lazismu Se-Lampung sudah tembus lebih dari satu milyar rupiah. Dukungan ini tidak hanya berasal dari internal Muhammadiyah, akan tetapi banyak lembaga-lembaga di luar Muhammadiyah yang mempercayakan kepada Lazismu. Sampai saat ini kantor perwakilan dan layanan lazismu masih menerima donasi bencana sumatera.(anggi/red)

