Sabtu, April 25, 2026
BerandaAUMTausyiah Prof. Abdul Mu’ti Warnai Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di UM Metro

Tausyiah Prof. Abdul Mu’ti Warnai Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di UM Metro

METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro berlangsung semarak dengan kehadiran Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menyampaikan tausyiah kebangsaan dan keumatan di Kampus III Universitas Muhammadiyah Metro, pada Ahad, 30 November 2025.

Rangkaian resepsi Milad ke-113 ini dihadiri oleh Gubernur Lampung, Wali Kota Metro, tokoh ormas, tokoh lintas agama, serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Pimpinan Daerah se-Provinsi Lampung, Ortom semua tingkatan, pimpinan amal usaha, warga persyarikatan, dan tamu undangan. Panitia menyiapkan 4.000 kursi di lokasi, sementara ribuan warga lainnya mengikuti kegiatan ini melalui siaran langsung di kanal YouTube Universitas Muhammadiyah Metro.

Mengawali pidatonya dengan pantun tentang rasa syukur, Prof. Abdul Mu’ti menekankan bahwa di usia ke-113, Muhammadiyah terus tumbuh dan memberikan manfaat. Ia menyampaikan “Tafsir ala Abdul Mu’ti” mengenai makna Muhammadiyah.

“Muhammadiyah itu artinya selain Itbā’ (mengikuti) Rasulullah Muhammad dalam ibadah dan akhlak, juga melanjutkan misi Rasulullah yaitu menghadirkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Menghadirkan Islam tidak hanya menjadi agamanya bangsa Arab, tetapi menjadi syariat yang diikuti oleh umat manusia apapun latar belakangnya,” tegas Mu’ti.

Perluasan misi ini terlihat dari berdirinya Cabang Istimewa di berbagai negara. Mu’ti menyoroti Muhammadiyah Timor Leste yang sedang diusulkan menjadi Sister Organization berbadan hukum setempat, serta peresmian Universitas Muhammadiyah Malaysia oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan kerja sama pendidikan di Madinah, Arab Saudi.

Dalam konteks dalam negeri, Mu’ti menyinggung fenomena “Kristen Muhammadiyah” (KrisMu) sebagai bukti inklusivitas. Ia menceritakan pengalamannya di Papua, di mana toleransi terjalin erat.

“Di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, sekitar 75 persen dari 8.000 mahasiswanya beragama Kristen Katolik. Paduan suaranya bagus menyanyikan lagu Sang Surya, mereka tidak ragu mengucapkan ‘Ya Allah Tuhan Rabbiku, Muhammad Junjunganku’. Ini bukti kehadiran Islam yang merahmati semua,” kisahnya. Ia juga menyebut pembangunan Rumah Sakit di Sorong dengan anggaran Rp 250 Miliar yang fasilitasnya tak kalah dengan RS

Membahas tema Milad “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Mu’ti mengaitkannya dengan teologi penciptaan manusia dari tanah. Menurutnya, manusia sebagai khalifah bertanggung jawab memakmurkan bumi, bukan membuat kerusakan.

“Jangan pernah kamu sombong karena asal muasalmu dari tanah. Tapi dalam konteks kekhalifahan, manusia diberi mandat menciptakan kemakmuran. Kemajuan bangsa memang diukur dari ekonomi, tapi materi saja tidak cukup. Banyak paradoks di mana orang secara materi sejahtera tapi jiwanya hampa,” ujarnya mengingatkan pentingnya kesejahteraan spiritual dan mental.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Merah Putih, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa memajukan kesejahteraan bangsa adalah amanat pembukaan UUD 1945. Ia memaparkan tiga program besar kementerian yang sedang dijalankan sebagai “pelaksanaan konstitusi”:

  1. Revitalisasi Sarana Pendidikan

Pemerintah tahun ini merevitalisasi 16.175 satuan pendidikan. Mu’ti berharap Lampung mendapatkan bagian dari program ini. “Presiden telah menyampaikan, mudah-mudahan tahun depan anggaran dapat ditingkatkan untuk menjangkau minimal 60-an ribu satuan pendidikan negeri dan swasta,” jelasnya.

  1. Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Mu’ti memaparkan langkah konkret peningkatan kompetensi guru. Tahun ini ditargetkan 800 ribu guru mengikuti peningkatan kompetensi. Selain itu, ada program beasiswa (RPL) bagi guru yang belum berijazah S1/D4.

“Kita berikan kesempatan untuk 50.000 guru ikut program RPL. Kita bantu Rp 3 juta per semester. Dengan RPL, kuliahnya cukup satu tahun,” terangnya.

Kabar gembira juga disampaikan terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG). “Selama ini sertifikasi ditransfer tiga bulan sekali. Tahun depan, kami sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan, mudah-mudahan bisa ditransfer setiap bulan,” ucap Mu’ti yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

  1. Pendidikan Karakter: Tujuh Kebiasaan Anak Hebat

Program ketiga adalah pembangunan karakter melalui pembiasaan, meliputi: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

“Kita bangun kebiasaan baik karena anak-anak kita sebagian sudah jadi ‘nokturnal’, kalau pagi malah tidur. Kita punya program ‘Pagi Ceria’ sebelum masuk kelas untuk membangun cinta tanah air dan spiritualitas,” tambahnya.

Menutup pidatonya, Abdul Mu’ti menyampaikan selamat Hari Guru dan apresiasi kepada seluruh. (guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini