METRO-Semarak Pawai Milad Muhammadiyah ke-113 di Kota Metro sekaligus pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Muhammadiyah (Porsenimu) se-Lampung berlangsung meriah dengan nuansa budaya, Jumat (28/11/2025). Pawai dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota Metro dan berakhir di Samber Park.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian ribuan peserta dan penonton adalah suguhan kesenian Reog Ponorogo dari Metro Selatan. Aksi spektakuler penari Reog semakin memukau ketika para tamu kehormatan — Ketua PWM Lampung, Wakil Wali Kota Metro, dan Ketua PDM Kota Metro — didaulat naik ke punggung barongan Reog, menghadirkan momen megah dan penuh kekaguman.
Wakil Ketua Panitia Porsenimu, Bisri Mustofa, menegaskan bahwa kehadiran Reog bukan sekadar hiburan, namun sarana penguatan identitas kebangsaan di tengah derasnya arus budaya Barat yang mudah diakses generasi muda.
“Pada Pawai Budaya Milad Muhammadiyah ke-113 sekaligus pembukaan Porsenimu #2, panitia menghadirkan kesenian Reog Ponorogo sebagai simbol pelestarian budaya Nusantara,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa pesan budaya ini ditujukan secara khusus kepada Generasi Z.
“Kehadiran Reog tidak hanya untuk ditonton, tetapi menjadi pesan penting bahwa budaya lokal memiliki nilai luhur, kekuatan karakter, dan kebanggaan yang tidak kalah menarik dibanding budaya modern dari luar,” jelasnya.
“Muhammadiyah Metro berkomitmen untuk terus menguatkan kecintaan terhadap seni tradisi, agar para pelajar dan masyarakat dapat memahami, merawat, dan menghidupkan kembali warisan budaya asli Indonesia,” pungkasnya.
Pawai digelar dengan sangat meriah dan diikuti oleh guru, karyawan, serta siswa jenjang TK, SD, SMP, SMA dan sederajat se-Kota Metro. Perguruan tinggi Muhammadiyah serta berbagai amal usaha di bidang kesehatan juga turut berpartisipasi. Jumlah peserta mencapai sekitar 15.000 orang.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan PORSENI II pada 28–29 November 2025, diikuti 723 peserta dari 29 cabang olahraga dan seni, dengan lebih dari 100 official. Peserta berasal dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. (ims)

