Sabtu, Agustus 22, 2026
BerandaBeritaResmi Dilantik, PW IPM Lampung Diharapkan Jadi Episentrum Gerakan Pelajar di Sumatera

Resmi Dilantik, PW IPM Lampung Diharapkan Jadi Episentrum Gerakan Pelajar di Sumatera

METRO – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2028 di Auditorium Pontren At-Tanwir Muhammadiyah Kota Metro, Sabtu (22/8/2026).

Prosesi pelantikan tersebut menandai estafet kepemimpinan dari Ketua Umum periode 2024–2026, Firdaus Armansyah, kepada Agustian Rinaldi Al Qaida yang dilantik bersama 53 jajaran pengurus baru. Agenda ini dihadiri lebih dari 300 kader dari tingkatan Ranting, Cabang, hingga Daerah se-Kota Metro, serta pimpinan persyarikatan dan pejabat publik.

Ketua Umum PW IPM Lampung terlantik, Agustian Rinaldi Al Qaida, menegaskan bahwa kepengurusannya berfokus menjawab tantangan era digital, khususnya terkait isu literasi dan kesehatan mental pelajar.

“Hari ini kita hidup berdampingan dengan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat. PW IPM Lampung berkomitmen menjadikan organisasi ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang berdampak nyata yang solutif bagi kebutuhan pelajar,” ujar Agustian dalam pidato perdananya.

Sementara itu, Ketua Umum demisioner periode 2024–2026, Firdaus Armansyah, menyampaikan laporan kinerjanya selama masa khidmat. Ia mencatat sebanyak 69 kegiatan telah terealisasi dengan jangkauan lebih dari 21.000 pelajar di Provinsi Lampung.

“Kemuliaan seorang pelajar ditentukan oleh keimanan dan pendidikan. Kami berharap IPM terus menjadi rumah yang inklusif dan memberikan ruang tumbuh bagi seluruh pelajar di Lampung,” kata Firdaus.

Dukungan penuh disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) IPM yang menekankan peran strategis PW IPM Lampung di tingkat regional.

“PW IPM Lampung harus menjadi episentrum gerakan pelajar di Pulau Sumatera dan ujung tombak nasional. Saat ini PP IPM mengusung paradigma Kepemimpinan Berdampak, di mana keberhasilan organisasi diukur dari seberapa besar manfaat langsung yang dirasakan pelajar di akar rumput,” tegas Sekum PP IPM.

Di sisi lain, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung yang diwakili oleh Ma’ruf Abidin, memberikan pesan otokritik agar para kader terlantik terus mengasah kualitas intelektual serta profesionalisme.

“Menjadi aktivis Muhammadiyah adalah ruang belajar yang luar biasa. Namun, status aktivis tidak serta-merta menjadi jaminan untuk diterima di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tanpa diimbangi kapasitas dan kompetensi. Teruslah tingkatkan kualitas diri,” ucap Ma’ruf.

Sejumlah tokoh hadir dalam agenda tersebut, antara lain Sekretaris PWM Lampung Drs. H. Ma’ruf Abidin, M.Si., Ketua MPKSDI PWM Lampung Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Lampung Saad Sobari, S.Sos., Ketua PDM Kota Metro H. Kustono, Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Dr. M. Khoirul Huda, M.Pd., Anggota KPU RI Iffa Rosita, S.E., M.M., Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami, Anggota KPU Provinsi Lampung Hermansyah, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Erizal, S.Ag., M.H., jajaran KPU Kota Metro, Asisten I Pemerintah Kota Metro yang mewakili Wali Kota Metro, serta keluarga besar Muhammadiyah dan Fokal IMM Lampung. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini