METRO — Pada Senin, 17 Agustus 2026, suasana penuh semangat dan kekompakan menyelimuti halaman SD Muhammadiyah Sang Pencerah pagi ini. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh dewan guru melaksanakan upacara bendera yang berlangsung khidmat, sebagai wujud penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Upacara yang diikuti oleh jajaran guru dan tenaga kependidikan ini berjalan lancar dengan tertib mengikuti rangkaian protokol upacara pada umumnya, mulai dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi, hingga amanat pembina upacara. Bertindak selaku pembina upacara pada kesempatan ini adalah Hi. Ismail, S.Ag, M.Pd dari sekretaris majelis dikdasmen dan PNF PCM Metro Barat,
Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari Rahmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam alinea ketiga Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga sudah sepatutnya kemerdekaan ini disyukuri dan dijaga bersama.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan di lingkungan sekolah, serta mengingatkan seluruh guru agar tidak membentuk kubu atau kelompok-kelompok tertentu yang dapat memecah belah dan menjatuhkan nama baik lembaga. “Jadikan semangat kemerdekaan dijadikan momentum untuk semakin merapatkan barisan demi kemajuan bersama,” terangnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara yang tak kalah meriah, yaitu lomba memasak nasi goreng antar guru. Lomba ini digelar sebagai sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpendidik, sekaligus menghadirkan suasana santai dan penuh keceriaan setelah rangkaian upacara yang khidmat.
Para guru tampak antusias mengikuti perlombaan, saling berkreasi menyajikan nasi goreng dengan berbagai variasi topping dan cita rasa. Suasana dapur “pertempuran” pun dipenuhi tawa dan canda, menciptakan momen kebersamaan yang hangat di antara para pendidik.
Usai penilaian, seluruh guru menyantap bersama nasi goreng hasil masakan masing-masing kelompok. Kebersamaan ini menambah kehangatan suasana, di mana para guru saling berbagi dan mencicipi hasil kreasi satu sama lain sambil bercengkerama dan bercanda ria. (Aisyah)

