METRO — Ibnu Aziz Zhakaria Ahmad resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Metro periode 2026–2028. Dalam pidato perdananya pada acara penutupan Musyawarah Daerah (Musyda), Ibnu mengaitkan estafet kepemimpinan ini dengan semangat pengorbanan kemerdekaan Indonesia.
“Delapan puluh tahun yang lalu, para pahlawan mengucurkan keringat hingga mengorbankan nyawa demi merebut kemerdekaan Indonesia. Hari ini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan memerdekakan pelajar Indonesia, khususnya di Kota Metro, serta terus memperjuangkan hak dan kewajiban mereka,” ujarnya di hadapan seluruh musyawirin.
Mengusung tema besar “Menggerakkan Era Baru IPM Kota Metro”, ia menegaskan bahwa perubahan dan inovasi tidak akan bisa terwujud jika hanya dibebankan kepada 11 pimpinan terpilih semata. Diperlukan kolaborasi menyeluruh dari seluruh struktur organisasi.
“Arah baru yang lebih kreatif dan inovatif di periode 2026–2028 ini tidak dapat terwujud jika hanya kami yang bergerak. Seluruh elemen—mulai dari pimpinan ranting, pimpinan cabang, hingga pihak di luar IPM—harus bergerak bersama-sama,” tambahnya.
Selain menyoroti arah gerakan baru, ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas kader IPM Kota Metro saat ini yang dinilai memiliki kapasitas intelektual dan loyalitas luar biasa. Ia mengajak seluruh pimpinan untuk fokus pada penguatan masifikasi kaderisasi agar potensi tersebut merata di seluruh tingkatan.
“Kader hebat tidak boleh hanya segelintir orang. Kita perlu memperbanyak kader-kader yang memiliki sikap intelektual dan loyalitas tinggi di setiap ranting dan cabang demi menjaga kesinambungan estafet kepemimpinan IPM Kota Metro di masa-masa mendatang,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya struktur nakhoda baru ini, PD IPM Kota Metro periode 2026–2028 optimistis dapat membawa angin segar bagi dunia pelajar dan kepemudaan di Kota Metro.
Didampingi sekretaris umum dan bendahara umum terpilih, berikut daftar 11 formatur terpilih PD IPM Kota Metro 2026–2028: Ibnu Aziz Zhakaria Ahmad (Ketua Umum), Fawwaz Khairullah (Sekretaris Umum), Karmila Tia Anggraini (Bendahara Umum). Fairuz Musyaffa Kholis, Azmi Sari Rinjani, Wafiqoh Fatkhul Hadits, Adelia Oktaviani Putri, Husna Amelina Majida Salma, Imam Choirudin dan Syasa Bella Dewi Masita serta M. Naufal Rizqullah. (ims)

