Selasa, Agustus 18, 2026
BerandaAUMPelopori Digitalisasi Sekolah, Guru SMA MuAD Metro Jadi Peserta Terbaik Program KLIC...

Pelopori Digitalisasi Sekolah, Guru SMA MuAD Metro Jadi Peserta Terbaik Program KLIC 2026

JAKARTA — Muhammad Ibrahim Fayadl, S.Kom., guru SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMA MuAD) Metro, Lampung, sukses mengukir prestasi gemilang usai dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam ajang Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC). Pelatihan berstandar internasional yang fokus pada peningkatan kompetensi digital pendidik ini diselenggarakan pada 3–7 Agustus 2026 di Jakarta.

Sebagai apresiasi atas prestasinya, Ibrahim berhak memboyong unit tablet canggih yang dibekali teknologi mutakhir langsung dari Korea Selatan. Keberhasilan ini sekaligus mengantarkannya melangkah ke tahap pelatihan lanjutan secara tatap muka (offline training) yang bakal dihelat di Gangwon, Korea Selatan.

Ibrahim Fayadl, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata kepeloporan dan keunggulan SMA MuAD dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) dan koding. Sekolah ini resmi dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).

“Alhamdulillah, SMA MuAD menjadi satu-satunya SMA yang menjadi sekolah model PM KKA di Kota Metro, Lampung, yang memantapkan posisinya sebagai pionir transformasi digital pendidikan di Kota Metro.” Ungkapnya.

Lebih jauh Ibrahim menyampaikan, program KLIC sendiri digagas oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bekerja sama dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea. Inisiatif strategis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para pendidik dalam mengintegrasikan teknologi modern ke ruang kelas.

“Pelibatan pendidik tingkat menengah dalam pelatihan ini selaras dengan arah kebijakan nasional untuk melahirkan generasi unggul yang menguasai berpikir komputasional, koding, dan etika kecerdasan artifisial.” Terangnya.

Selama agenda lanjutan di Gangwon, para peserta terpilih akan mempelajari langsung ekosistem teknologi pendidikan Korea Selatan, mengeksplorasi penerapannya pada tingkat lanjutan, serta berkolaborasi dengan jajaran pakar teknologi pendidikan internasional. (arf)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini