Senin, Juni 15, 2026
BerandaArtikelKHGT dan Spirit Umar Bin Khattab

KHGT dan Spirit Umar Bin Khattab

KHGT sudah genap satu tahun dalam kancah kalender Islam. Pro dan kontra masih terus terjadi terutama ketika menjelang puasa, idul fitri dan Dzulhijjah. Hal ini menunjukkan dinamika tumbuhnya peradaban baru dalam Islam.

Teringat dengan awal munculnya kalender Hijriah yang di gagas oleh Umar bin Khattab ra, ketika saat ini ada keresahan secara administratif, bahwa umat islam belum memiliki penanggalan paten. Sehingga dalam administrasi surat menyurat tidak diketahui mana surat awal dan yang selanjutnya.

Spirit inilah yang secara logis sama dengan spirit KHGT saat ini. Bahwa KHGT yang di gagas Muhamadiyah adalah menginginkan persatuan dunia dengan penanggalan yang sama. Sehingga awal puasa tidak berbeda, awal iedul fitri dan iedul adha bisa bersamaan.

Berdasarkan teori Challenge and Response Toynbee, suatu inovasi sosial dapat dianalisis sebagai respons atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Dalam konteks ini, perbedaan sistem penanggalan Hijriah dapat diposisikan sebagai challenge, sedangkan KHGT merupakan bentuk response yang dirumuskan oleh kelompok creative minority berupa ahli falak dan lembaga pengembang kalender Islam. Penelitian kemudian diarahkan untuk mengkaji sejauh mana respons tersebut memperoleh penerimaan sosial (mimesis) dalam masyarakat Muslim.

Tentu inovasi oleh Muhammaadiyah dan beberapa negara penggagas (creative minority) ini membutuhkan waktu lama untuk diterima, bahkan bisa puluhan tahun sampai ratusan tahun. Karena memang manusia adalah makhluk yang membutuhkan keyakinan dan kesepakatan yang mayoritas.

Tidak terbayangkan andai saja suatu saat semua dunia menggunakan KHGT, maka wajah dunia akan mengarah pada Muhammadiyah, itu berarti Muhammadiyah adalah mujadid umat yang disabdalan oleh Rasulullah SAW.

inilah sunnah yang jarang terbahas, ketika mengikuti semangat dan spirit para sahabat untuk membangun persatuan dunia Islam dalam satu sistem penanggalan. Karena ketika ini sudah berhasil akan terjadi perubahan besar, dampak paling nyata yang dapat diprediksi secara ilmiah adalah peningkatan koordinasi dan keseragaman waktu keagamaan umat Islam, sedangkan dampak yang lebih besar seperti persatuan politik atau kebangkitan peradaban memerlukan faktor-faktor lain seperti pendidikan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan.

Sudah waktunya umat Islam berfikir lebih besar, mengedepankan kesatuan bukan perbedaan, menghargai segala khilafiyah menuju wasatiah, sehingga akan mampu menjadi umat yang memimpin dunia.

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini