METRO-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro bersama Pusat Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional (PKS-KUI) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro bergerak cepat mematangkan persiapan pelatihan jurnalistik Media Muhammadiyah se-Lampung, dengan menggelar rapat koordinasi panitia.
Rapat koordinasi dihadiri oleh jajaran panitia yang terdiri dari Kedua unsur lembaga, untuk pemantapan menyukseskan Pelatihan Penulisan Jurnalistik Muhammadiyah se-Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung AR. Fachrudin UM Metro pada Jumat (5/6/2026).
Kepala PKS-KUI UM Metro, Yasmika Baihaqi, mengungkapkan bahwa agenda besar ini lahir dari semangat untuk memberikan perluasan manfaat yang lebih masif. Melalui kolaborasi erat dengan MPI PDM Kota Metro, skala kegiatan yang semula dirancang terbatas kini berkembang menjadi ruang belajar bersama tingkat wilayah.
“Awalnya, kami hanya berencana menyelenggarakan pelatihan jurnalistik ini untuk kawan-kawan internal di lingkup prodi, lembaga, pusat, dan fakultas di UM Metro. Namun, setelah berdiskusi bersama dan melihat adanya peluang optimalisasi anggaran periode 2025/2026 yang belum terserap, alhamdulillah kita bisa menyepakati kolaborasi yang jauh lebih luas ini,” ujar Baihaqi.
Baihaqi juga memaparkan betapa vitalnya peran tim jurnalistik dan kehumasan sebagai aset strategis jangka panjang bagi institusi: Rekam jejak digital di website universitas menjadi penentu saat visitasi akreditasi. Dokumen pemberitaan yang tertata rapi mempermudah penyerahan bukti fisik kepada asesor, bahkan untuk agenda yang sudah lewat 7 hingga 10 tahun lalu. Publikasi yang masif dan tersistem akan menaikkan engagement kampus di mesin pencari. Semakin sering nama UM Metro disebut secara positif di dunia maya, semakin tinggi tingkat kepercayaan (trust) masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua MPI PDM Kota Metro menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kerja sama dengan PKS-KUI dapat memberikan dampak yang lebih luas lintas segmen di Muhammadiyah. Ia mengakui bahwa meski publikasi sudah berjalan intens, intensitasnya dirasakan masih kurang merata.

“Kita punya banyak kontributor di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di Metro, akan tetapi masih jarang yang mengirimkan berita. Karena itu, penting untuk kita tingkatkan kapasitasnya tidak hanya penulisan berita, tetapi penulisan feature, esai dan opini,” ungkap Ketua MPI.
Ia menambahkan bahwa di luar daerah Metro, rata-rata pemberitaan seputar Muhammadiyah masih kurang semarak syiarnya.
“Melalui kegiatan pelatihan jurnalistik ini, diharapkan akan lahir para kontributor baru di seluruh Lampung yang siap mengaktifkan dan menghidupkan media-media official amal usaha dan persyarikatan masing-masing,” tuturnya.
Berdasarkan hasil keputusan rapat dipimpin Irfana Fauzi F. selaku ketua panitia, Pelatihan Jurnalistik Muhammadiyah se-Lampung akan dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro pada 27-28 Juni 2026.
Panitia menetapkan target peserta sebanyak 150 orang, yang akan menjaring perwakilan dari berbagai lini persyarikatan, antara lain: Internal UM Metro (Fakultas, Prodi, dan Unit), Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Provinsi Lampung, Kontributor Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Official team / Pengurus MPI PDM se-Provinsi Lampung. (ims)

