METRO-Kegiatan Yudisium Bersama Periode I Tahun 2026 diselenggarakan pada Jumat, 10 April 2026 di Aula AR Fachrudin Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro. Yudisium ini diikuti oleh mahasiswa dari FKIP, FAI, FT, dan FEB serta dihadiri BPH yang diwakili sekretaris, Rektor, Wakil Rektor I, para dekan di lingkungan UM Metro, wakil dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan.
Momentum ini menjadi penanda penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan tahapan akademik sebelum memasuki dunia pengabdian di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ketua PDM Kota Metro, Kustono. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan panjang pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Menurutnya, gelar akademik harus menjadi pintu masuk untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya rasa syukur sebagai fondasi langkah setelah lulus. Menurutnya, kegelisahan, rasa tidak nyaman, dan kebingungan sering kali muncul karena kurangnya rasa syukur dalam diri seseorang. Ia menyampaikan, “Banyak orang mudah galau dan sedih karena tidak bersyukur. Padahal setelah syukur harus ada tindak lanjut dan rencana ke depan.”
Beliau menegaskan bahwa syukur tidak cukup berhenti pada ucapan, tetapi harus melahirkan rencana dan tindakan nyata dalam kehidupan. “Setelah syukur, harus muncul rencana-rencana. Kelulusan hari ini wajib ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” ujarnya, seraya mengajak para lulusan untuk segera menyusun rencana masa depan, baik dalam karier, pengabdian, maupun pengembangan diri.
Dalam tausiah tersebut, beliau juga mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan jasa orang tua yang telah berjuang selama masa pendidikan. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari doa dan pengorbanan orang tua. “Selama kuliah, orang tua tidak pernah berhenti berjuang dan mendoakan. Karena itu jangan pernah berhenti mendoakan dan membahagiakan orang tua,” pesannya.
Selain itu, beliau mengajak para lulusan untuk memaksimalkan nikmat yang diberikan Allah berupa hati, mata, dan telinga agar tidak menjadi pribadi yang lalai. Nikmat tersebut harus digunakan untuk melihat peluang, mendengar nasihat kebaikan, serta menumbuhkan kepekaan sosial di tengah masyarakat. “Gunakan mata, telinga, dan hati untuk kebaikan, agar kita tidak menjadi orang yang lalai,” tegasnya.
Beliau juga mendorong para lulusan agar tidak gengsi dalam memulai karier dan segera mengamalkan ilmu yang dimiliki, sekecil apa pun langkah awalnya. “Gunakan dulu ilmu S1 yang dimiliki. Dari pengabdian dan pengalaman, jalan menuju kesuksesan akan terbuka,” ungkapnya.
Crew MPI Metro

