METRO, LAMPUNG — Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, mendorong Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) melakukan revitalisasi secara menyeluruh agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menarik minat generasi muda.
Agung menyampaikan hal tersebut dalam Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Lampung, Kamis (8/10/2026).
Menurut Agung, Tanwir I harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan HW sekaligus menyusun langkah baru dalam pengembangan organisasi.
Ia mengingatkan, HW memiliki sejarah panjang sejak didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1918.
Setelah sempat bergabung dengan gerakan kepanduan nasional pada 1961, HW kembali dihidupkan pada 1999.
Perjalanan panjang tersebut, kata Agung, harus menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi dan pembaruan.
“Kalau Hizbul Wathan hanya berputar kepada pembinaan-pembinaan yang sifatnya klasik, terbatas kepada pelatihan baris-berbaris, tali-temali, semaphore, mendirikan tenda, kalau sebatas hanya itu mungkin minat anak muda akan semakin menurun,” ujarnya.
Karena itu, HW didorong mengembangkan program yang lebih kreatif dan relevan dengan karakter generasi saat ini.
Digitalisasi, teknologi informasi, dan media sosial dinilai harus menjadi bagian dari strategi pengembangan organisasi.
Selain pembaruan program, Agung menekankan pentingnya percepatan regenerasi. Kader muda harus diberikan ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa semangat membela tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Agung berharap Tanwir I menghasilkan gagasan strategis yang mampu membawa HW menjadi organisasi kepanduan yang semakin kuat, modern, dan dekat dengan generasi muda. (Guswir)

