METRO, LAMPUNG — SD Muhammadiyah Metro Pusat kembali menjadi tuan rumah program Magang Inspirasi bagi enam guru dan tenaga kependidikan dari SD Muhammadiyah Soekarno Hatta, Kotabumi.
Memasuki hari kelima pada Kamis (3/9/2026), para peserta mendalami sistem administrasi, tata kelola sarana prasarana, serta manajemen keuangan sekolah. Program ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, menyusul keberhasilan gelombang pertama yang telah menyelesaikan program berdurasi serupa.
Kepala Tata Usaha SD Muhammadiyah Metro Pusat, Imam Sapi’i, memaparkan bahwa tata kelola administrasi di sekolahnya berlandaskan pada visi dan misi lembaga untuk mewujudkan sistem informasi manajemen yang akurat dan terintegrasi. “Kami berusaha melakukan pelayanan prima dimana informasi harus cepat, tepat dan akurat, baik itu layanan administrasi maupaun layanan keuangan.”
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah Metro Pusat telah memiliki sistem yang teringerasi untuk mempermudah layanan sekolah.
“Kami menerapkan aplikasi SIAMU (Sistem Administrasi SD Muhammadiyah) yang terintegrasi dengan berbagai lini layanan, mulai dari keuangan, tabungan, perpustakaan, unit BUMS, hingga portal siswa,” ujarnya.
Lebih rinci guru dan pegawai magang bertemu dengan bendahara sekolah petugas administrasi dan keuangan SPP dan tabungan untuk mengetahui sistem kerja, serta berdiskusi untuk menggali lebih dalam.

Sementara itu, perwakilan peserta magang, Siti Aisyah Alawiyah, menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung para peserta menerima bimbingan intensif langsung dari jajaran pengelola SD Muhammadiyah Metro Pusat, mulai dari lini kepemimpinan kepala sekolah, wakil kepala sekolah hingga operasional teknis.
“Banyak ilmu dan inspirasi baru yang bisa kami bawa pulang. Kami mempelajari sistem kepegawaian sekolah, pendataan barang terintegrasi via aplikasi SIMAM, yang sebelumnya masih kami lakukan secara manual berbasis Excel serta perbaikan tata kelola arsip,” ungkap Aisyah.
Ia juga mengapresiasi efisiensi pengarsipan dokumen di SD Muhammadiyah Metro Pusat, salah satunya jilid buku untuk dokumen ijazah. Menurutnya, metode ini sangat praktis karena mempercepat pencarian data tanpa perlu meminta ulang berkas kepada siswa atau wali murid.
“Sisa 10 hari ke depan akan kami maksimalkan untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya demi membangun sistem tata usaha yang terpadu di sekolah kami,” pungkasnya. (ims)

