Minggu, Oktober 4, 2026
BerandaAUMSekretaris Dikdasmen: Penulisan Sejarah Sekolah, Sebagai Refleksi dan Warisan Abadi

Sekretaris Dikdasmen: Penulisan Sejarah Sekolah, Sebagai Refleksi dan Warisan Abadi

METRO – Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro, Dr. Arif Rahman Aththibby, M.Pd.Si., menegaskan bahwa penulisan sejarah merupakan Upaya melakukan refleksi dan menyusun proyeksi masa depan yang lebih matang.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Lokakarya dan Lanjutan Penulisan Buku Sejarah Sekolah/Madrasah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Se-Kota Metro yang digelar pada Sabtu (01/08/2026) di Aula Gedung AR. Fachrudin, Universitas Muhammadiyah Metro.

Dalam pengarahannya, ia melihat karya tulis ini menjadi medium berharga untuk menghidupkan kembali rekam jejak perjuangan para perintis persyarikatan.

“Buku sejarah ini diharapkan menjadi sumber inspirasi. Keberhasilan sekolah yang mampu bangkit dari masa-masa sulit dapat menjadi model pembelajaranbagi sekolah lain yang saat ini sedang berjuang meningkatkan performanya,” ujar Dekan FKIP UM Metro tersebut.

Dalam forum tersebut, Arif Attiby menyampaikan empat aspek utama terkait penguatan dan apresiasi proses penulisan sejarah sekolah:

  1. Refleksi dan Proyeksi Masa Depan

Penulisan sejarah berfungsi sebagai cermin untuk melihat dinamika masa lalu guna merancang strategi pengembangan sekolah di masa mendatang. Kisah-kisah perjuangan tokoh pendiri dihadirkan kembali untuk memotivasi generasi pengelola sekolah saat ini.

  1. Temuan Historis dan Tantangan Dokumentasi

Proses penelusuran sejarah telah berhasil mengungkap fakta-fakta penting, seperti rekam jejak perpindahan lokasi fisik Kompleks Muhammadiyah ke Jalan Ki Hajar Dewantara serta peran vital para penggerak di sekolah-sekolah. Namun, Arif memberikan catatan atas masih minimnya dokumentasi visual/foto dari para tokoh kunci, sehingga penelusuran arsip foto perlu terus diupayakan.

  1. Apresiasi Konkret dan Sinergi Antarelemen

Arif mendorong pihak sekolah untuk memberikan apresiasi konkretserta dukungan biaya operasional penelusuran bagi para guru dan tim yang telah mencurahkan waktu dan tenaganya. “Kami mengapresiasi kolaborasi solid antara guru, tim dosen pendamping (seperti Dr. Kian Amboro), dan Majelis Pustaka dan Informasi yang mengawal proses ini secara metodologis ilmiah.” Ujarnya.

  1. Progres Penulisan dan Pesan Keabadian Karya

Majelis Dikdasmen & PNF mencatat progres yang sangat positif, di mana draf sejarah beberapa sekolah telah mencapai 50% hingga 80% dan ada yang memasuki tahap penyempurnaan.

Mengutip pesan monumental dari ilmuwan besar Imam Al-Ghazali, Arif mengingatkan para penulis akan pentingnya mengabadikan perjuangan melalui tulisan: “Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.”

Mengakhiri sambutannya, Arif Attiby menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh tim penulis dan pendamping. Ia berharap proses penyusunan ini dapat tuntas sesuai target dan melahirkan karya monumental yang menjadi warisan abadi bagi persyarikatan Muhammadiyah dan generasi mendatang. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini