METRO – Suasana Aula PDM Kota Metro mendadak penuh semangat pada Kamis (16/7). SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Metro kedatangan tamu istimewa dari kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung. Membawa kabar baik seputar masa depan perkuliahan sekaligus edukasi seru lewat sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”.
Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan tiga narasumber yang membedah topik secara mendalam. Sesi pertama dibuka langsung oleh Hendro Soewadji. Ia mengupas tuntas peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengenalkan kebijakan sistem pembayaran.
“Bank Indonesia itu adalah Bank Sentral, atau biasa disebut banker’s bank (banknya para bank). Kami tidak melayani tabungan atau pinjaman untuk perorangan. BI memiliki peran independen namun tetap bersinergi erat dengan pemerintah demi menjaga stabilitas perekonomian negara,” ujarnya.
Salah satu momen paling menarik dalam sosialisasi ini adalah ketika Hendro menjelaskan konsep inflasi dan teori permintaan-penawaran menggunakan analogi makanan favorit remaja, yaitu seblak dan permen.

“Bayangkan kalau hari ini adik-adik beli seblak harganya Rp10.000, lalu besok tiba-tiba melonjak jadi Rp100.000. Pasti pusing dan bermasalah, kan? Nah, kenaikan harga secara terus-menerus itulah yang dinamakan inflasi,” jelasnya disambut tawa.
Keseruan berlanjut pada sesi kedua bersama Bella Nuraini dari GenBI. Ia mengajak para siswa untuk menumbuhkan rasa “Cinta dan Bangga pada Rupiah”. Ia menjelaskan bahwa mencintai Rupiah berarti mengenali karakteristiknya, salah satunya lewat metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). “Selain itu, pentingnya menjaga fisik uang melalui gerakan “5 Jangan”: jangan dicoret, diremas, dilipat, dibasahi, dan distaples.” Tegasnya.
Sebagai penutup yang tidak kalah penting, Fania Nur hadir mengisi sesi “Paham Rupiah”. Fania mengedukasi pentingnya Rupiah yaitu sebagai alat transaksi yang sah, simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa. Di era digital siswa harus cerdas bertransaksi, memanfaatkan layanan digital seperti menggunakan QRIS,” pungkasnya.
Ia juga memberikan tips finansial yang sangat relate dengan kehidupan remaja, yaitu pentingnya berhemat dan bijak berbelanja dengan mendahulukan kebutuhan utama di atas sekadar keinginan. (IT)

