TANGGAMUS-Ribuan Pandu Hizbul Wathan (HW) memadati kawasan wisata Bukit Neba, Gisting Atas, Kabupaten Tanggamus. Hari ini, Kamis (30/4/2026), secara resmi dibuka Perkemahan Wirakarya Pandu Penghela Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Lampung.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta beserta pembina pendamping dari berbagai daerah di Lampung ini menjadi momentum penting bagi penguatan karakter dan bakti sosial kader Muhammadiyah.
Pembukaan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya: Wakil Bupati Tanggamus, Ketua dan Wakil Ketua Kwarwil HW Lampung, Sekretaris PWM Lampung, PDM dan PDA Tanggamus, Majelis Dikdasmen dan PNF Lampung, Tokoh Masyarakat setempat.
Dalam laporannya, Ramanda Khoeroni menyampaikan bahwa Perkemahan Wirakarya kali ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah aksi nyata untuk lingkungan dan masyarakat.
HW Lampung akan meninggalkan “prasasti” berupa infrastruktur pipa sepanjang 1000 meter yang ditarik langsung dari titik sumber air terjun Bukit Neba menuju area perkemahan.

”Pemasangan pipa ini kami harapkan dapat menjadi manfaat jangka panjang bagi warga sekitar dan para pandu yang akan berkemah di sini di masa mendatang. Ini adalah bentuk pengabdian nyata Hizbul Wathan kepada alam dan masyarakat,” ujar Ramanda Khoeroni.
Wakil Bupati Tanggamus, yang hadir sekaligus membuka acara, memberikan apresiasi mendalam terhadap semangat para kader. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya ketangguhan mental bagi generasi muda.
”Orang yang mampu bertahan pada tekanan yang kuat adalah pemenang yang sesungguhnya. Saya berharap kader-kader HW menjadi sosok yang tangguh dalam mengarungi kehidupan,” tegas Wakil Bupati saat menutup sambutannya.
Perkemahan Wirakarya ini dijadwalkan akan berlangsung dengan berbagai agenda pengabdian masyarakat dan perlombaan ketangkasan. Kehadiran RT/RW setempat dalam pembukaan menunjukkan sinergi yang kuat antara kepanduan HW dengan kearifan lokal di Gisting Atas.
Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan Bukit Neba tidak hanya meninggalkan kesan visual yang indah bagi peserta, tetapi juga meninggalkan manfaat air yang terus mengalir bagi warga Tanggamus. (red)

