Metro-Sedikitnya 200 pandu Hizbul Wathan Kwartir Daerah (Kwarda) Kota Metro dilepas secara resmi untuk mengikuti Kemah Pandu Penghela tingkat wilayah, yang terdiri dari pandu SLTA/sedejat dilingkungan Muhammadiyah Metro, berlangsung di halaman SMK Muhammadiyah 3 Metro pada Rabu,29/4/2026.
Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai kwartir daerah se-Lampung, yang akan berlangsung di Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada 30 April – 2 Mei 2026.
Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kota Metro, Budiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan kemah ini merupakan bagian penting dalam proses pembinaan generasi muda Muhammadiyah.
“Kemah Pandu Penghela menjadi sarana penting dalam membentuk kemandirian, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan di kalangan generasi muda Muhammadiyah,” ujarnya.
Menurutnya, kontingen yang diberangkatkan merupakan kader-kader terbaik yang diharapkan mampu membawa nama baik Persyarikatan Muhammadiyah Kota Metro di tingkat wilayah.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Jaeni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan tiga pesan utama kepada para peserta, yakni penguatan karakter dan akhlak, kemandirian, serta kesiapan menjadi pemimpin di masa depan.

“Kami memandang Hizbul Wathan sebagai bagian dari sistem pendidikan Muhammadiyah. Melalui kegiatan seperti Kemah Pandu Penghela, para peserta tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga ditempa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan yang kuat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan yang terbaik selama kegiatan berlangsung serta menjaga nama baik Persyarikatan Muhammadiyah Kota Metro, dan dipundak para kader Delegasi Hizbul Wathan Daerah Kota Metro menjadi cerminan Muhammadiyah Metro pada umumnya.
“Kami berharap, para peserta dapat mengikuti perkemahan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi nilai-nilai kepanduan, serta membawa nama baik daerah dan persyarikatan” kata M.Jaeni.
Di kesempatan berbeda, Ketua Hizbul Wathan Wilayah Lampung, Khoeroni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi pelanjut, pelangsung, dan penyempurna persyarikatan yang tangguh serta berintegritas.
“Perkemahan Pandu Penghela ini merupakan ruang pembinaan kader yang strategis. Di sinilah nilai-nilai kepanduan, keislaman, dan kepemimpinan ditanamkan secara langsung melalui pengalaman,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
“Kami ingin para pandu yang hadir dari seluruh Lampung tidak hanya menjadi peserta, tetapi benar-benar tumbuh sebagai kader yang siap berkontribusi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan,” tambahnya.
(Guswir)

