Rabu, Februari 11, 2026
BerandaBeritaBuka TOT SatuMu, Prof. Marzuki: Dengan Data Valid, Proyeksi Dakwah Lebih Terukur...

Buka TOT SatuMu, Prof. Marzuki: Dengan Data Valid, Proyeksi Dakwah Lebih Terukur  

METRO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. Marzuki Noor, MS., menekankan pentingnya integrasi data dan kesadaran ideologis sebagai fondasi utama kemajuan organisasi. Hal tersebut disampaikannya pada acara pembukaan acara Training of Trainers (TOT) SatuMu (Satu Data Muhammadiyah) yang digelar di Kampus 2 SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ahad (1/2/2026).

Dalam arahannya, Prof. Marzuki menyoroti bahwa Muhammadiyah tidak semata-mata mengejar jumlah anggota yang masif jika tidak dibarengi dengan kualitas kesadaran. Menurutnya, anggota Muhammadiyah harus memiliki “Pusat Kesadaran” yang kemudian ditopang oleh “Pusat Data” yang valid melalui sistem SatuMu.

“Muhammadiyah sebenarnya tidak perlu mengejar jumlah yang berlebihan jika hanya sekadar angka. Yang paling utama adalah pusat kesadaran. Namun, kesadaran ini harus ditopang oleh data. Jika proses pendataan ini terintegrasi dalam satu data, maka kita bisa melakukan proyeksi untuk masa depan,” ujar Guru Besar Universitas Muhammadiyah Metro tersebut.

Lebih lanjut, Prof. Marzuki memberikan ilustrasi nyata mengenai pentingnya ketertiban data dalam pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mencontohkan, jika sebuah Cabang atau Ranting memiliki data anggota yang valid dan tertib iuran, maka pembangunan fasilitas seperti masjid atau pembelian tanah tidak perlu lagi dilakukan secara sporadis.

“Kalau tertib secara nominal dan datanya valid, kekuatan iuran anggota itu sudah bisa dihitung untuk membangun tanpa harus mangkrak. Kita bisa berproyeksi mendapatkan dana lebih dari sekadar iuran sukarela. Tanpa data, kita hanya berjalan tanpa arah,” tegasnya.

Ia juga mengajak warga persyarikatan untuk mengubah pola pikir dari sekadar pengguna fasilitas (“ATM Muhammadiyah”) menjadi kolaborator yang bersyukur. Interaksi antaranggota yang memiliki kelebihan harta dengan anggota yang memiliki keahlian, menurutnya, akan menciptakan inovasi sosial yang memperkuat organisasi.

Dengan gaya penyampaian yang cair, Prof. Marzuki juga menyentil fenomena sosial di masyarakat mengenai motif seseorang mengaku sebagai warga Muhammadiyah. Berdasarkan pengamatannya, setidaknya ada “31 alasan” orang mengaku Muhammadiyah yang belum tentu didasari kesadaran ideologis.

“Ada yang mengaku Muhammadiyah karena istrinya orang Muhammadiyah, ada yang karena numpang jualan di sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sistem SatuMu, lanjutnya, hadir untuk memverifikasi kondisi riil tersebut. Tujuannya bukan untuk membuang mereka yang belum paham, melainkan sebagai peta dakwah bagi pimpinan untuk melakukan pembinaan yang tepat sasaran.

Acara TOT SatuMu ini dihadiri oleh ketua PDM Kota Metro bersama Tim SatuMu PWM dan PDM. Sebagai peserta calon agen dan ferivikator utusan pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kota Metro, sebagai langkah strategis digitalisasi organisasi menuju abad kedua. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini