METRO-Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro sukses menyelenggarakan Musyawarah Komisariat (Musykom) ke-26 pada Sabtu–Minggu, 24–25 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Estafet Amanah, Menjaga Cahaya Perjuangan”, sebagai refleksi keberlanjutan perjuangan kader IMM dalam menjaga nilai, idealisme, dan arah gerakan organisasi.
Musykom diikuti oleh kader IMM FAI Djazman Al-Kindi serta dihadiri oleh pimpinan organisasi, perwakilan Pimpinan Cabang IMM Kota Metro, Koordinator Komisariat UM Metro, serta pimpinan Fakultas Agama Islam UM Metro.
Kegiatan ini menjadi forum tertinggi di tingkat komisariat dalam rangka evaluasi kepemimpinan, penyampaian laporan pertanggungjawaban, serta pemilihan pimpinan komisariat periode selanjutnya.
Ahmad Hermanto, selaku ketua pelaksana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam Musyawarah Komisariat ini. Permohonan maaf atas segala keterbatasan dan kekurangan dalam persiapan. Kegiatan hari ini adalah hasil kerja keras dan kebersamaan teman-teman semua,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tema “Estafet Amanah, Menjaga Cahaya Perjuangan” bermakna bahwa perjuangan IMM bukan milik satu generasi, melainkan amanah yang terus diwariskan dan dijaga nilai-nilainya agar tetap menjadi cahaya pengabdian bagi umat dan persyarikatan.
Ketua Umum PK IMM FAI Djazman Al-Kindi, Syah Achsan Baldan, turut menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas dinamika pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih dan mohon maaf apabila kegiatan ini terasa mendadak. InsyaAllah, setiap proses yang dilalui adalah bagian dari pendidikan dan pembelajaran dalam berorganisasi,” ujarnya.
Koordinator Komisariat UM Metro, Ahmad Dzaki Taqiyyudin, menegaskan pentingnya menyelesaikan amanah organisasi hingga tuntas. Ia berharap ketua umum terpilih nantinya mampu menjalankan amanah sesuai dengan tema yang diusung.
“IMM sebagai gerakan Islam hendaknya mampu menghidupkan nilai-nilai dakwah, salah satunya dengan meramaikan masjid-masjid di lingkungan UM Metro. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Pimpinan Cabang IMM Kota Metro, Dimas Wicaksono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta.
“Semoga Musyawarah Komisariat ini berjalan dengan lancar dan melahirkan pimpinan yang mampu menjalankan amanah sesuai tema ‘Estafet Amanah, Menjaga Cahaya Perjuangan’,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang lain, Dekan Fakultas Agama Islam UM Metro, Bapak Muhammad Nur, M. Kom. I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya semangat berorganisasi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa.
“Bersyukurlah karena dapat aktif berorganisasi. IMM adalah wadah yang menyatukan perbedaan untuk mencapai tujuan bersama. Siapa pun yang terpilih nanti, mengabdi di IMM berarti juga mengabdi untuk fakultas dan dakwah Islam,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa disiplin merupakan kunci utama dalam berorganisasi. “Disiplin itu lebih kuat daripada motivasi. Motivasi akan tumbuh ketika kita membiasakan diri untuk disiplin,” tambahnya.
Rangkaian Musyawarah Komisariat berlangsung dengan khidmat dan demokratis, mulai dari sidang-sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban, hingga proses pemilihan pimpinan komisariat baru. Seluruh proses mencerminkan nilai-nilai musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab kader IMM.
Dengan berakhirnya Musyawarah Komisariat PK IMM FAI Djazman Al-Kindi ke-26, diharapkan estafet kepemimpinan dapat berjalan dengan baik, serta cahaya perjuangan IMM tetap terjaga dan terus menyinari gerakan dakwah, intelektual, dan sosial di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro. Crew

