METRO-Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkemajuan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), magang, serta pengabdian kepada masyarakat, UM Metro secara resmi melepas mahasiswa dan dosen pendamping untuk bertugas di Yala, Thailand, pada Rabu,14/1/2026.
Hal ini di ungkapkan oleh Yasmika Baihaqi,M.Pd.Bi., selaku Kepala Pusat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Metro, kepada Jurnalis Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro, bahwa program ini dirancang sebagai ikhtiar awal membangun hubungan internasional yang berkelanjutan.
“Program ini mencakup KKN, PPL, magang mahasiswa, serta kolaborasi pengabdian dosen. UM Metro juga menjalin MoU dan MoA dengan Asosiasi Muhammadiyah Thailand sebagai penguatan kerja sama formal dalam pengembangan pendidikan dan dakwah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi langkah strategis UM Metro dalam memperluas jejaring internasional sekaligus menguatkan peran dakwah pencerahan Muhammadiyah di tingkat global. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Asosiasi Muhammadiyah Thailand sebagai mitra resmi.
Dari pemamparannya, Baihaqi menambahkan bahwa, program ini diikuti oleh tiga mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UM Metro, yakni Muhamad Arya Tama (NPM 23340011), Fadhila Sihombing (NPM 23340018), dan Balqis Fadila Rahma Sandra (NPM 23340020), yang telah melalui proses seleksi.
Sementara itu, dua dosen pendamping yang turut serta dalam program ini adalah Dr. Hening Widowati, M.Si., dan Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd. Rombongan dijadwalkan menjalankan kegiatan di Yala, Thailand, mulai 14 Januari hingga 13 Maret 2026.
Baihaqi juga berharap, perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menyebarkan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keilmuan dalam bingkai dakwah pencerahan di tingkat global.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terlaksananya program internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa dan dosen ke Thailand bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari amanah persyarikatan.
“Kalian bukan hanya membawa nama Universitas Muhammadiyah Metro, tetapi juga membawa marwah Muhammadiyah. Jadilah duta persyarikatan yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat di mana pun berada,” pesannya.
Rektor juga menekankan pentingnya menjaga sikap, kesehatan, serta kemampuan beradaptasi selama menjalankan tugas di luar negeri. Menurutnya, pengalaman internasional ini diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan, kemandirian, dan wawasan global mahasiswa.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., bahwa program ini menjadi pintu masuk penguatan peran UM Metro sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang aktif berkontribusi di kancah internasional.
“Kehadiran UM Metro di Thailand diharapkan dapat memperkuat jaringan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas ke depan,” ujarnya. (Guswir)

