Metro — Kegiatan Muqayyam Hizbul Wathan (HW) PontrenMu At Tanwir resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, 17–19 Desember 2025, bertempat di Bumi Perkemahan PontrenMu At Tanwir, Kota Metro. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat, dan sarat nilai pendidikan karakter.
Dengan peserta yang diikuti oleh 300 santriwan dan santriwati kelas VII SMP dan kelas X SMA di lingkungan Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) At Tanwir. Muqayyam yang mengusung tema “Patriotisme Berlandaskan Iman” ini Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan kader kepanduan Muhammadiyah yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pembinaan, mulai dari penguatan ruhiyah, penanaman ideologi Hizbul Wathan, latihan kepanduan, kepemimpinan, hingga pembiasaan hidup mandiri, disiplin, serta kebersamaan di alam terbuka.
Kegiatan ini juga bertujuan menguatkan militansi kader Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan resmi Muhammadiyah dalam mencetak generasi berkemajuan, berjiwa sosial, serta siap menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Persyarikatan.
Hal ini disampaikan Direktur PontrenMu At Tanwir, Dr. Sujino, menegaskan bahwa Muqayyam Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan media strategis dalam pendidikan karakter dan kaderisasi santri.
“Muqayyam Hizbul Wathan ini bukan hanya tentang kegiatan lapangan, tetapi tentang membangun mental, spiritual, dan karakter santri. Kami ingin santriwan dan santriwati At Tanwir tumbuh menjadi kader yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, serta memiliki komitmen kuat untuk berkhidmat kepada umat, bangsa, dan Muhammadiyah,” pesannya.
Ia juga berpesan agar seluruh nilai, pengalaman, dan pembiasaan yang diperoleh selama Muqayyam tidak berhenti saat kegiatan berakhir, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang didapatkan selama Muqayyam hendaknya menjadi bekal dan karakter hidup. Santri harus mampu membawa semangat Hizbul Wathan dalam keseharian, menjadi teladan, pelopor kebaikan, dan kader yang siap mengabdi di mana pun berada,” tambahnya.
Dalam amanatnya, Direktur PontrenMu At Tanwir juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apabila dalam pelaksanaan amanah yang telah dipercayakan kepada panitia masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan.
“Jika dalam pelaksanaan amanah yang kami serahkan kepada seluruh panitia terdapat hal-hal yang kurang berkenan, maka kami mohon untuk sama-sama dimaafkan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah dan persaudaraan, serta menghilangkan segala bentuk prasangka dan rasa tidak enak antar sesama santri. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh panitia, khususnya kakak tingkat, tidak meninggalkan lokasi kegiatan sebelum saling bermaafan dengan para peserta.

Agar tidak ada rasa benci atau ganjalan di hati, saya mohon seluruh panitia dari kakak tingkat untuk tidak meninggalkan tempat sebelum saling meminta maaf dan memberi maaf kepada para peserta,” tegasnya.
Direktur juga mengajak seluruh santriwan dan santriwati peserta Muqayyam untuk turut menjaga kebersamaan dengan saling memaafkan.
“Saya mohon seluruh peserta untuk saling meminta maaf dan memaafkan, dengan merangkul seluruh panitia. Kita semua adalah sesama santri, satu keluarga besar PontrenMu At Tanwir,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, Dr. Sujino berharap dengan berakhirnya Muqayyam Hizbul Wathan ini, para santriwan dan santriwati semakin memiliki semangat juang, tanggung jawab, serta komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Hizbul Wathan dalam kehidupan nyata, apel penutupan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi peserta terbaik.

