METRO-Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Metro menggelar kegiatan Muqoyyam pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Desember 2025, bertempat di Dam Raman.
Muqoyyam merupakan kegiatan pembinaan bernuansa kepanduan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kemandirian, kedisiplinan, serta memperkuat ukhuwah antar santri. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan yang dibina langsung oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kota Metro. Agenda kegiatan meliputi pembinaan ruhiyah, pelatihan kepemimpinan, kegiatan alam terbuka, penguatan karakter, serta berbagai materi pendukung lainnya.
Dalam sambutannya, Budiyanto, S.Pd, selaku Mudir Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Metro, menyampaikan pesan kepada seluruh santri agar mengikuti kegiatan Muqoyyam dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran yang penting dalam membentuk karakter dan mental santri.
“Tanamkan dalam diri bahwa mengikuti kegiatan ini akan memberikan banyak pengalaman dan ilmu. Jangan berpikir bahwa kegiatan ini menjadi beban. Dengan pikiran yang positif, insyaallah Allah SWT akan memberikan kekuatan dan menjadikan kita pribadi-pribadi yang tangguh serta hebat setelah mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Drs. Jaeni, M.Pfis, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Metro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kewajiban setiap hamba Allah SWT adalah senantiasa berbuat baik. Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
“Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita mensyukuri kesempatan ini dengan menanamkan niat yang baik dalam menuntut ilmu, agar kita termasuk orang-orang yang Allah angkat derajatnya. Mutu seseorang sangat ditentukan oleh proses yang dijalani. Intan dan berlian ditempa dengan suhu yang tinggi, demikian pula batu bara dan arang melalui proses masing-masing. Perbedaannya terletak pada bagaimana proses itu dijalani,” tuturnya.
Ia juga mengajak para santri dan ksatriawan untuk senantiasa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan terbaik bagi umat manusia. Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan contoh hamba Allah yang paling sempurna dalam menjalani kehidupan, baik dalam aspek muamalah maupun ibadah.
“Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sudah seharusnya kita meneladani Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan, agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT,” tambahnya.
Melalui kegiatan Muqoyyam ini, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Metro berharap dapat melahirkan santri yang beriman, berkarakter kuat, disiplin, serta siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. (irf)

