METRO-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro sukses menyelenggarakan kajian pimpinan di penghujung tahun 2025 dengan suasana yang berbeda dan lebih meriah dari biasanya. Acara yang biasanya bertempat di aula PDM, kali ini diselenggarakan di Panti Asuhan Budi Utomo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Barat, pada hari ini, Minggu (14/12/2025).
Kajian akhir tahun ini menarik perhatian lebih banyak jamaah, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat. Kehadiran jamaah yang membludak ini disambut baik, sejalan dengan tujuan pemindahan lokasi untuk memberikan suasana baru dan mempererat tali silaturahmi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Pleno PDM Kota Metro, PCM Se-Kota Metro dan PRM se-Kota Metro, Majelis dan Lembaga PDM Kota Metro, Pimpinan Ortom tingkat daerah Kota Metro dan warga Amal Usaha Muhammadiyah.

Di momen penutup tahun 2025, Majelis Tabligh PDM Kota Metro menghadirkan narasumber istimewa, yaitu Prof. Dr. Marzuki Noor, ia mengangkat tema krusial, “Sofistikasi Moral Hazard.”
Moral hazard adalah perilaku tidak etis ketika seseorang memiliki informasi, posisi, teknologi yang membuat ia dapat bertindak curang, tanpa diketahui.
Moral hazard adalah situasi ketika seseorang atau pihak tertentu berani mengambil risiko lebih besar karena ia tidak menanggung sepenuhnya dampak atau konsekuensi dari tindakan tersebut.
Dengan kata lain, moral hazard terjadi ketika seseorang merasa terlindungi, sehingga perilakunya menjadi kurang hati-hati atau tidak etis.
Pada waktu yang bersamaan, PDM Kota Metro juga menyerahkan sebuah piagam penghargaan kepada PRM Yosomulyo, yang telah mengikuti CRM Award VI tahun 2025, yang diselenggarakan di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada, 13-16 Desember 2025.
Dr. Garianto, selaku Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Metro, menyampaikan rencana besar untuk kajian pimpinan ke depannya.
“Kedepannya kajian pimpinan semacam ini akan bergilir di PCM-PCM se-Kota Metro. Nanti akan kita jadwalkan PCM mana yang berikutnya berkesempatan,” ujar Dr. Garianto.
Ia berharap perpindahan tempat kajian ini dapat membawa dampak positif bagi seluruh anggota persyarikatan. “Semoga dengan pindah-pindahnya tempat kajian dapat menjadikan suasana baru, dan menambah tali silaturahmi,” tambahnya menutup sambutan.
Acara ditutup dengan sarapan bersama, yang menambah kebersamaan mempererat silaturahmi. (ade)

