METRO-Universitas Muhammadiyah Metro dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Festival Pers dan Literasi PP Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan MPI PWM Lampung, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga 14 Desember 2025.
Festival tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah pencerahan melalui penguatan sejarah, literasi, dan jurnalisme, khususnya di wilayah Lampung.
Ketua MPI PWM Lampung, Saad Sobari, S.Sos., menyampaikan bahwa Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah dirancang dalam tiga klaster kegiatan utama. Pertama, pelatihan penulisan sejarah Muhammadiyah, kedua penelusuran heritage atau jejak-jejak sejarah Muhammadiyah, dan ketiga Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM).
“Peserta AJM berasal dari pengelola media dan informasi Amal Usaha Muhammadiyah di tingkat SLTA dan perguruan tinggi, serta jurnalis Muhammadiyah yang aktif di berbagai media dan platform,” terang Saad Sobari.
Ia menambahkan, festival ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi antara gerakan dakwah persyarikatan dan kebutuhan informasi publik. Melalui forum ini, Muhammadiyah ingin merumuskan pola komunikasi yang tepat, mencerahkan, dan bertanggung jawab bagi masyarakat luas.
Pada agenda penulisan sejarah, keterlibatan Aisyiyah menjadi sorotan utama. Sekitar 80 persen peserta berasal dari unsur Aisyiyah, khususnya perwakilan TK ABA tertua di masing-masing kabupaten dan kota. Adapun pada agenda heritage, peserta dijadwalkan menelusuri sejumlah titik penting yang menjadi jejak sejarah Muhammadiyah di Kota Metro.
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Metro sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila sarana dan prasarana yang tersedia belum sepenuhnya ideal, mengingat jumlah peserta mencapai 120 orang.
“Kegiatan ini sangat strategis karena berkaitan langsung dengan upaya membaca masa lalu Muhammadiyah melalui sejarah, sekaligus menyiapkan masa depan melalui dokumentasi dan jurnalisme,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, menegaskan bahwa tradisi literasi telah melekat kuat dalam perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Ia mencontohkan inovasi dakwah KH Ahmad Dahlan yang memadukan nilai Islam dengan pendekatan modern pada awal abad ke-20.
“Pengajaran, tabligh, PKO, dan pustaka merupakan fondasi awal Muhammadiyah. Dari situlah kesadaran literasi tumbuh dan terus berkembang hingga hari ini,” jelasnya.
Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah secara resmi dibuka oleh Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang juga menjabat Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Lampung dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki banyak capaian dan praktik baik di tingkat nasional.
“Lampung memiliki ranting unggulan nasional, masjid terbaik, kampung berkemajuan, kampung migran, serta kontribusi signifikan dalam penulisan sejarah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Prof. Muchlas juga menekankan pentingnya penulisan sejarah sebagai upaya meluruskan dan merebut kembali tafsir sejarah Muhammadiyah agar ditulis dari perspektif persyarikatan. Ia menyebutkan bahwa MPI PP Muhammadiyah saat ini tengah merampungkan penulisan Sejarah Muhammadiyah Indonesia yang melibatkan 22 sejarawan dari berbagai daerah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah setiap 13 Agustus sebagai momentum penguatan budaya literasi di seluruh lini persyarikatan.
“Kita perlu terus menghidupkan tradisi membaca, menulis, dan mendokumentasikan gerakan Muhammadiyah agar dakwah pencerahan tetap relevan dan berkemajuan,” tutupnya.
Ia menambahkan bahwa, Melalui festival ini, berharap Muhammadiyah Lampung akan lahir karya sejarah yang kredibel, pengelolaan heritage yang terstruktur, serta jurnalis Muhammadiyah yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman. (Guswir)

