Minggu, April 26, 2026
BerandaBeritaIMM UM Metro Dampingi PKK Rejoagung Optimalkan Pengelolaan Bank Sampah

IMM UM Metro Dampingi PKK Rejoagung Optimalkan Pengelolaan Bank Sampah

Lampung Timur-Tim Pengabdi Mahasiswa Berdampak dari Komisariat Korkom Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Metro sukses menyelenggarakan program pelatihan dan pendampingan manajemen bank sampah. Program ini ditujukan bagi anggota PKK Desa Rejoagung, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, dan dilaksanakan secara intensif pada rentang  waktu 15-23 November2025, serta berakhir pada 6 Desember 2025.

Inisiatif ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif mengenai manajemen sampah rumah tangga sekaligus menciptakan sistem bank sampah yang berkelanjutan dan terstruktur. Materi yang disampaikan mencakup teknik pemilahan sampah, manajemen operasional, administrasi tabungan sampah, hingga inovasi daur ulang yang bernilai ekonomis.

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Ir. Eva Roli, MT., M.KM., menekankan bahwa program ini adalah bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu PKK,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota tim, Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., yang menyoroti pentingnya aspek teknis dalam operasional bank sampah demi mengurangi volume limbah di lingkungan.

“Pendampingan ini kami lakukan agar pengurus PKK memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang memadai untuk mengelola bank sampah secara profesional,” jelas Fajri.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus PKK setempat. Ketua PKK Desa Rejoagung, Ibu Atri Yulian, menilai pendampingan ini sangat krusial dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah pendapatan keluarga.

“Kami merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih aktif menjalankan bank sampah di desa kami,” ungkap Ibu Atri.

Ia juga menambahkan apresiasinya terhadap bimbingan teknis yang diberikan oleh tim mahasiswa.

“Kami merasa semakin siap untuk menjalankan bank sampah dengan lebih tertata. Terima kasih kepada tim IMM UM Metro atas bimbingannya,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi tidak hanya memberikan teori tetapi juga mengajak peserta melakukan simulasi langsung. Kegiatan praktik meliputi penimbangan, pencatatan transaksi tabungan, serta pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi kerja sama dengan pengepul dan pengembangan produk kerajinan limbah.

Tim IMM UM Metro berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan Bank Sampah PKK Rejoagung dapat beroperasi secara mandiri dan efektif, serta menjadi inspirasi bagi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di desa tersebut. (red)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini