METRO-SMP Muhammadiyah 3 (MuGA) Metro menjadi tuan rumah kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) PP Muhammadiyah, yang berlangsung di Aula sekolah setempat pada Jumat, 5/12/2025
Kegiatan ini diikuti berbagai sebagai sekolah Muhammadiyah di-Kota Metro dan Lampung Timur merupakan bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan di lingkungan persyarikatan.
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Metro, Samsul Hadi, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pemahaman terkait standar penjaminan mutu, implementasi sistem mutu berkelanjutan, serta strategi pembinaan pendidikan yang lebih terpadu.
“Kami merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Harapan kami, seluruh kepala sekolah yang hadir memperoleh penguatan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SMP Muhammadiyah 3 Metro berkomitmen terus melakukan perbaikan dan inovasi demi mewujudkan sekolah unggul yang membanggakan persyarikatan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi aktif sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di tingkat daerah maupun wilayah.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Metro, Drs.M.Jaeni, saat di hubungi Mejelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro bahwa
“Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memastikan sekolah-sekolah Muhammadiyah berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan PP Muhammadiyah” tuturnya
Ia juga berharap, sekolah yang mendapatkan pendampingan, pemahaman, dan arahan yang tepat agar mutu layanan pendidikan meningkat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dari tingkat pusat, Aris Munawar, Fasilitator Nasional majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa program pendampingan ini merupakan komitmen serius dalam membangun sistem mutu nasional Muhammadiyah.
Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan kinerja tata kelola sekolah Muhammadiyah di semua jenjang mulai dari MI, SD, SMP, MTs, SMA, SMK hingga MA.
“Dalam sekolah Muhammadiyah ada tingkat identifikasi dan ada klasifikasi unggul: unggul pratama, madya, dan utama. Hari ini fokus pendampingannya adalah sekolah-sekolah yang ingin kita dorong menuju kategori unggul,” jelasnya.
Aris menambahkan bahwa tahap awal pendampingan ini lebih kepada penyadaran pentingnya mutu. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu tidak bisa hanya diserahkan pada guru semata.
“Semua elemen jejaring Muhammadiyah punya tanggung jawab yang sama. Ini bukan hanya urusan guru, tetapi urusan kita bersama,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik dan mendorong kolaborasi antar sekolah dalam pengelolaan mutu pendidikan Muhammadiyah.
Turut hadir Ketua PCM Hadimulyo, Djumari Siddiq, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan keikutsertaan sekolah-sekolah Muhammadiyah di bawah PCM Metro.
“Kami berterima kasih karena sekolah-sekolah kami dapat terlibat. Materi dari narasumber PP Muhammadiyah sangat bermanfaat, dan kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga sekolah benar-benar berkembang sesuai harapan persyarikatan,” ujarnya. (Guswir)

