Jumat, Oktober 9, 2026
BerandaBeritaPleno I Tanwir Hizbul Wathan, Perkuat Kemandirian Ekonomi, Keorganisasian dan Literasi

Pleno I Tanwir Hizbul Wathan, Perkuat Kemandirian Ekonomi, Keorganisasian dan Literasi

METRO, LAMPUNG — Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) menggelar Sidang Pleno I pada Tanwir I di Universitas Muhammadiyah Metro pada Kamis malam (8/10/2026). Persidangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Aman Suyadi dan Sekretaris Umum Muhammad Arsyad ini beragenda mengesahkan agenda persidangan serta mendengarkan pemaparan laporan capaian program kerja Kwartir Pusat.

Dalam pemaparan laporan kebendaharaan, Bendahara Umum Khomsatun menyoroti pentingnya penyesuaian struktur organisasi melalui pembentukan Bidang Ekonomi dan Kemitraan untuk mendorong kemandirian finansial gerakan. Salah satu evaluasi yang disampaikan meliputi usaha produksi kain seragam HW bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah, yang masih menghadapi tantangan penyesuaian harga terjangkau bagi sekolah dan madrasah serta efektivitas volume penjualan. Sebagai solusi berkelanjutan, Kwartir Pusat mendorong konsep Ekonomi Berjamaah dengan menyinergikan potensi bisnis lintas wilayah, kwarda, hingga anggota perorangan dalam satu wadah usaha terintegrasi.

Sementara itu, Bagian Pustaka dan Literasi memaparkan tiga pilar program utama, yaitu pengembangan kompetensi literasi, penataan arsip organisasi, dan produksi karya literasi. Capaian strategis yang sedang berjalan mencakup penyusunan Buku Sejarah Gerakan Abad ke-2 HW, penyelesaian tahap akhir Buku Panduan Materi HW, serta perancangan Perpustakaan Digital Nasional Hizbul Wathan guna mempermudah akses literasi bagi para kader di seluruh Indonesia.

Pada pilar keorganisasian, Kwartir Pusat mencatat tantangan penetrasi pembentukan Qobilah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Dari sekitar 165 PTM di Indonesia, keberadaan Qobilah HW baru menjangkau 20 hingga 40 perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguatan koordinasi dengan pimpinan PTM dan Kwartir Wilayah—seperti yang telah berjalan di Banten dan Sumatera Utara—terus digencarkan untuk percepatan pembentukan struktur pengaderan.

Adapun Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan menjaring masukan konstruktif dari peserta pleno terkait efektivitas program kerja dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kapasitas organisasi. Rangkaian pemaparan laporan ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh jajaran kwartir untuk saling mendukung dan menguatkan konsolidasi gerakan kepanduan di seluruh tingkatan.

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini