Kamis, Oktober 8, 2026
BerandaBeritaAbdul Mu’ti: HW Harus Terbuka dan Jadi Kekuatan Muda yang Beri Solusi

Abdul Mu’ti: HW Harus Terbuka dan Jadi Kekuatan Muda yang Beri Solusi

METRO, LAMPUNG — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, mendorong Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) terus bertransformasi menjadi organisasi kepanduan yang terbuka, adaptif, dan mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan generasi muda serta bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Lampung, Kamis (8/10/2026).

Tanwir I mengusung tema “Mengukuhkan Kepanduan Berkemajuan” dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai provinsi. Kegiatan berlangsung pada 8–10 Oktober 2026.

Abdul Mu’ti menilai generasi Z dan generasi Alfa menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perubahan dunia, perkembangan teknologi, dan derasnya arus informasi.

Karena itu, HW tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah maupun nostalgia masa lalu. Organisasi kepanduan Muhammadiyah tersebut harus mampu hadir menjawab kebutuhan generasi muda.

“HW yang berkemajuan adalah HW yang terbuka, HW yang lebih dekat dengan masyarakat di mana mereka berada dan menjadi kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bagi generasi muda itu sendiri dan bagi persoalan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membangun pengetahuan, tetapi harus membentuk pribadi yang memiliki akhlak, ketahanan diri, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan di tengah derasnya arus informasi.

“Pikiran juga harus bersih, tutur kata yang mulia itu harus senantiasa menjadi akhlak. Perbuatannya juga perbuatan yang tulus dan ikhlas,” katanya.

Ia berharap HW semakin berkembang di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai ruang pembentukan generasi yang kuat, unggul, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mencintai tanah air.

Menurutnya, Tanwir I harus menjadi ruang pertukaran gagasan dan inspirasi untuk melahirkan kader yang mampu berkontribusi bagi persyarikatan, umat, bangsa, dan negara. (Guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini