METRO — Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Metro menggelar kegiatan “Pentas Seni Refleksi Peristiwa: Sejarah G30S/PKI” di Taman Kota Metro. Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran siswa melalui seni sekaligus momentum untuk merefleksikan sejarah bangsa.
Wakil Kepala MAM Metro Bidang Kesiswaan, Sendi Farista, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengevaluasi capaian akademik siswa dalam bidang seni, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter.
“Agenda ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai evaluasi capaian nilai akademik bidang seni, melainkan juga sarana pembelajaran karakter yang mendalam,” ujar Sendi.
Menurutnya, melalui unjuk karya dan kreativitas seni, para siswa diajak untuk lebih menghargai sejarah bangsa serta memahami nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui unjuk karya dan kreativitas seni, para siswa diajak untuk lebih menghargai sejarah bangsa serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu guru MAM Metro, Ardinan Ikhwani, mengapresiasi antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, siswa menunjukkan semangat yang luar biasa, sementara para guru turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

“Antusias anak-anak cukup luar biasa. Guru-guru juga turut mendampingi. Semoga dengan kegiatan seperti ini bisa terus berjalan, terutama pada momentum-momentum nasional lainnya, sehingga anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan berkarya,” ungkap Ardinan.
Ia berharap ruang-ruang pembelajaran di luar kelas dapat terus diberikan kepada siswa agar mereka memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam, sekaligus dapat mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam menampilkan karya.
Ardinan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan menyediakan ruang bagi terselenggaranya kegiatan pendidikan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyediakan ruang untuk kegiatan-kegiatan pendidikan seperti ini. Anak-anak bisa belajar dan memanfaatkan fasilitas kota dengan baik dan nyaman,” pungkasnya.
Kegiatan pentas seni tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menggabungkan seni, sejarah, kreativitas, dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan semacam ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menghargai sejarah serta menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (red)

